Biden Minta Taliban Bebaskan Insinyur AS yang Disandera

Senin, 31/01/2022 06:41 WIB

WASHINGTON, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden meminta para penguasa Taliban membebaskan seorang insinyur sipil AS yang diculik dua tahun lalu.

Dikutip dari Reuters, Mark Frerichs, veteran Angkatan Laut AS berusia 59 tahun dari Lombard, Illinois, bekerja di Afghanistan selama satu dekade pada proyek-proyek pembangunan.

Ia diculik sebulan sebelum kesepakatan penarikan pasukan AS pada Februari 2020 ditandatangani dan dipindahkan ke jaringan Haqqani, sebuah faksi Taliban brutal yang dituduh melakukan beberapa serangan perang paling mematikan.

Awal pekan ini menandai tahun keduanya di penangkaran.

"Mengancam keselamatan orang Amerika atau warga sipil tak berdosa selalu tidak dapat diterima, dan penyanderaan adalah tindakan kekejaman dan kepengecutan tertentu," kata Biden dalam sebuah pernyataan.

"Taliban harus segera membebaskan Mark sebelum dapat mengharapkan pertimbangan aspirasinya untuk legitimasi. Ini tidak bisa dinegosiasikan," sambungnya.

Biden menarik pasukan AS dari Afghanistan pada Agustus dalam penarikan kacau yang mengundang kritik tajam dari Partai Republik dan Demokratnya sendiri serta sekutu asing dan menusuk peringkat persetujuannya.

Keluarga Frerichs telah mengkritik pemerintah AS karena tidak menekan lebih keras untuk mengamankan pembebasannya.

Pekan lalu, saudara perempuannya, Charlene Cakora, membuat permohonan pribadi kepada Biden dalam sebuah opini Washington Post berjudul, "Presiden Biden, tolong bawa pulang saudaraku, orang AS terakhir yang disandera di Afghanistan."

TERKINI
Ukraina Dituding Sebagai Akar Masalah Ketegangan Rusia dengan Eropa Netanyahu Perintahkan Perluasan Operasi Militer di Lebanon 20 Ucapan Hari Lahir Pancasila untuk Caption Medsos Tari Komodo Siswa SR Kupang Memukau, Mensos Puji Perkembangan Anak Didik