Sabtu, 10/12/2016 16:57 WIB
Jakarta - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) bertekad untuk meraih emas pertama dalam sejarah Asian Games saat gelaran pesta olahraga se-Asia itu d gelar di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus-2 September 2016. Target yang berat namun tidak ada yang mustahil untuk diwujudkan.
Indonesia memang beberapa kali pernah melahirkan juara Asia dan berprestasid id kejuaraan dunia. Namun sepanjang sejarah keikutsertaan di kancah Asian Games, prestasi terbaik Indonesia adalah perak. Nama hebat seperti Lamting di era 80-an dan Juana Wangsa Putri di akhir 90-an sampan awal 2000, adalah sedikit dari taekwondoin Indonesia yang bisa menyabet perak Asian Games.
Menjadi tuan rumah Asian Games rupanya memicu PBTI untuk tindak ketinggalan menyumbang emas bagi Merah Putih. “Di Asian Games 2018/" style="text-decoration:none;color:red;">Asian Games 2018, di mana Indonesia menjadi tuan rumah, kita wajib menunjukkan kebanggaan sebagai tuan rumah dengan keberhasilan taekwondo meraih medali emas," kata Kata Ketua Umum PB TI Marciano Norman yang kini menampuk kepemimpinan PBTI untuk periode kedua.
Meraih emas di hadapan publik sendiri tentu bukan mimpi di siang bolong. Namun, mempersiapkan atlet secara lebih matang mutlak diperlukan. Pulang tampa medali dari Asian Games 2014 di Inchoen harus dijadikan bahan evaluasi dan pelajaran. Advertorial
Indra Sjafri Soroti Wasit Anulir Gol Ramadhan Sananta
Timnas U-24 Gagal Melaju ke Delapan Besar Asian Games 2022
Badan Anti-Doping Melarang, Bendera Korea Utara Tetap Berkibar di Asian Games Hangzhou
Keyword : Asian Games 2018 Asian Games Taewondo