Rabu, 19/01/2022 18:06 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) meningkatkan status penanganan dugaan korupsi korupsi pesawat ATR 72-600 di maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) ke tahap penyidikan.
"Hari ini kita naikkan menjadi penyidikan umum," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam konferensi pers di Gedung Kartika Adhyaksa, Rabu (19/1).
Burhanuddin mengatakan, untuk tahap pertama, pihaknya akan mengusut pengadaan pesawat ATR 72-600. Namun, dalam proses pengembangan penyidikan, Kejagung juga akan mengusut pengadaan pesawat produsen lainnya seperti Bombardier, Airbus dan lain-lain.
"Ada beberapa pengadaan kontrak pinjam atau apa pun nanti kita pasti akan kembangkan. Mulai dari ATR, Bombardier, Aribus, Boeing, Rolls-Royce kita pasti akan kembangkan dan tuntaskan," tegasnya.
Profil dan Rekam Jejak Kuntadi, Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah
Hotman Paris Mundur dari Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie Dicecar 18 Pertanyaan, Belum Ditahan Kejagung
Dalam penanganan perkara ini, Burhanuddin memastikan jajarannya akan terus berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini mengingat, KPK telah menuntaskan perkara suap pengadaan dan perawatan pesawat dan mesin pesawat di Garuda Indonesia serta pencucian uang.