IPI Minta DPD Jadi Saluran Aspirasi Pondok Pesantren

Selasa, 11/01/2022 15:58 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pondok Pesantren (DPP IPI) meminta DPD RI menjadi saluran aspirasi bagi pondok pesantren di seluruh Indonesia. Permintaan itu disampaikan Ketua Umum DPP IPI, KH Abdul Muhaimin, saat bertemu Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di Ruang Tunggu Pimpinan Nusantara V Komplek Parlemen Senayan, Selasa (11/1).

Abdul Muhaimin yang hadir didampingi Sekjen IPI M Hermansyah dan Fungsionaris IPI Hendriawan, mengatakan aspirasi tersebut berkembang di internal organisasinya.

"Kami sudah berdiri di 34 provinsi dan 402 cabang. Ada 10 ribu pesantren yang berafiliasi dengan kami. Kami ingin DPD RI menjadi saluran aspirasi pondok pesantren," kata Abdul Muhaimin.

Menurutnya, selama ini pondok pesantren selalu menjadi komoditas politik sesaat saja oleh partai politik. Itu sebabnya Abdul Muhaimin menilai DPD RI adalah saluran aspirasi yang murni yang akan memperjuangkan aspirasi pondok pesantren.

"Kami tak ingin pondok pesantren dimanfaatkan secara elektoral saja oleh partai politik. Kami melihat DPD RI adalah saluran tepat yang murni bisa memperjuangkan aspirasi kami," ujarnya.

Hal lain yang disampaikan adalah jika DPP IPI juga mendukung langkah gerak DPD RI yang begitu concern terhadap kerajaan. IPI juga bergerak melakukan penguatan kerajaan Nusantara.

"Kami juga concern terhadap kerajaan Nusantara. Sejauh ini IPI juga berkolaborasi dengan kerajaan Nusantara," kata dia.

Abdul Muhaimin juga berharap pesantren dapat didorong beradaptasi pada era 4.0. Salah satu penguatannya pada aspek perekonomian. Menurutnya pesantren memiliki potensi yang begitu besar sebagai simpul ekonomi masyarakat di daerah.

LaNyalla mengapresiasi langkah DPP IPI. Menurutnya, DPD  siap menjadi saluran aspirasi bagi pondok pesantren.

"Kami siap menjadi saluran aspirasi pondok pesantren. Jangan sampai pondok pesantren dimanfaatkan sesaat saja untuk kepentingan politik," kata LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu berharap pesantren dapat mengembangkan segala potensi yang dimilikinya untuk melakukan penguatan ekonomi masyarakat.

"Pesantren punya potensi kuat untuk penguatan perekonomian umat. Saya mendorong pesantren mengambil peran tersebut," kata LaNyalla.

TERKINI
Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi Gencatan Senjata Masih Berlaku, Israel Terus Bombardir Gaza Skin Booster dari Kulit Mayat Tuai Kontroversi di Korsel Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar