Kasus COVID-19 Melonjak, Italia Desak Warganya untuk Divaksinasi

Selasa, 11/01/2022 06:25 WIB

ROMA, Jurnas.com - Perdana Menteri Mario Draghi mengatakan, sejumlah kecil orang Italia yang menolak untuk divaksinasi COVID-19 sebagian besar bertanggung jawab atas krisis kesehatan yang berkelanjutan.

Pekan lalu, Pemerintah mewajibkan vaksinasi untuk semua orang yang berusia di atas 50 tahun, salah satu dari sedikit negara Eropa yang mengambil langkah seperti itu, dalam upaya untuk mengurangi tekanan pada rumah sakitnya saat kasus baru melonjak.

"Kita tidak boleh melupakan fakta bahwa sebagian besar masalah yang kita hadapi saat ini adalah karena ada orang yang tidak divaksinasi," kata Draghi dalam konferensi pers, Senin (10/1).

"Untuk kesekian kalinya, saya mengundang semua orang Italia yang belum divaksinasi untuk melakukannya, dan untuk mendapatkan suntikan ketiga," sambungnya.

Menteri Kesehatan Roberto Speranza mengatakan, 89,4 persen dari semua yang berusia 12 tahun ke atas telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, namun yang tidak divaksinasi menyumbang dua pertiga dari semua pasien COVID di unit perawatan intensif.

Data terbaru yang dirilis pada Senin menunjukkan ada 1.606 orang dalam perawatan intensif dengan COVID, naik 11 pada hari sebelumnya, sementara negara itu melaporkan 101.762 kasus baru dan 227 kematian tambahan selama 24 jam terakhir.

Menambah tekanan lebih lanjut pada orang-orang untuk disuntik, pembatasan baru mulai berlaku pada Senin yang melarang mereka yang belum divaksinasi memasuki bar dan restoran atau menggunakan transportasi umum.

Hanya mereka yang baru saja pulih dari COVID-19 yang akan dibebaskan dari aturan baru.

TERKINI
Ilmuwan Kini Bisa "Mengedit" Sirkuit Otak untuk Meningkatkan Daya Ingat Studi: Kesepian Bisa Ganggu Daya Ingat, tapi Tidak Sebabkan Demensia Cak Imin Dorong PKB Naik Kelas Jadi Partai Gerakan Mendes Puji Jaga Desa, Lindungi Kades dari Oknum Ganggu Pembangunan Desa