Sabtu, 08/01/2022 07:16 WIB
PARIS, Jurnas.com - Jumlah total kasus COVID-19 yang terdaftar di seluruh dunia melewati 300 juta pada Jumat (7/1). Penyebaran cepat varian Omicron membuat rekor infeksi baru di lusinan negara selama seminggu terakhir.
Menurut hitungan AFP berdasarkan angka resmi, dalam tujuh hari terakhir, 34 negara telah mencatat jumlah kasus mingguan tertinggi sejak awal pandemi, termasuk 18 negara di Eropa dan tujuh di Afrika.
Meskipun jauh lebih menular daripada varian COVID-19 sebelumnya, Omicron tampaknya menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada pendahulunya, yaitu Delta.
Bahkan ketika itu mendorong dunia untuk mencatat 13,5 juta kasus dalam minggu lalu saja atau 64 persen lebih tinggi dari tujuh hari sebelumnya rata-rata kematian global turun 3 persen.
Kanada Deteksi Kasus Pertama COVID Varian BA.2.86
WHO Imbau Pelancong Pakai Masker
WHO Tak Lagi Rekomendasikan 2 Terapi Antibodi COVID-19
Otoritas kesehatan masyarakat Prancis mengatakan Jumat bahwa risiko rawat inap sekitar 70 persen lebih rendah untuk Omicron, mengutip data dari AS, Inggris, Kanada, dan Israel.
Namun dengan rata-rata global 2 juta kasus baru yang terdeteksi setiap hari, para ahli memperingatkan jumlah yang sangat banyak mengancam untuk membanjiri sistem kesehatan.
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, Omicron tidak boleh dikategorikan sebagai ringan, karena mengobati orang dan membunuh orang.
"Faktanya, tsunami kasus sangat besar dan cepat, sehingga membanjiri sistem kesehatan di seluruh dunia," katanya.
Keyword : Kasus Global COVID-19Varian Omicron