Nigeria Beri Label Teroris ke Sejumlah Geng Kriminal

Kamis, 06/01/2022 17:52 WIB

Abuja, Jurnas.com - Pemerintah Nigeria memberikan label teroris terhadap sejumlah geng kriminal atau bandit, yang bertanggung jawab atas penculikan massal siswa sekolah di negara itu.

Sebagaimana diketahui, Nigeria telah lama dilanda kekerasan yang dipicu oleh perselisihan atas akses ke tanah dan sumber daya. Geng-geng kriminal bersenjata mengambil keuntungan dari kurangnya perhatian polisi, untuk melancarkan serangan, menjarah desa, mencuri ternak, dan menculik untuk tebusan.

Dalam keterangan resmi pada Rabu (Kamis waktu setempat), Presiden Nigeria Muhammadu Buhari melabeli kegiatan Yan Bindiga dan Yan Ta`adda "sebagai tindakan terorisme dan ilegalitas".

"Saya pikir satu-satunya bahasa yang mereka mengerti. Kami telah mendiskusikannya secara menyeluruh dengan lembaga penegak hukum; kepala keamanan, inspektur jenderal polisi untuk mengejar mereka," kata Buhari dikutip dari Aljazeera pada Kamis (6/1).

"Kami memberi label mereka teroris, kami akan menghadapi mereka seperti itu," sambung dia.

Lembaran resmi mengacu pada sejumlah geng kriminal yang melakukan penculikan massal terhadap siswa, penculikan untuk tebusan, penggemukan ternak dan perusakan properti, di antara kejahatan lainnya.

Pelabelan itu berkonsekuensi pada sanksi yang lebih keras di bawah tindakan pencegahan terorisme untuk tersangka bandit bersenjata, informan dan pendukung mereka seperti mereka yang tertangkap memasok bahan bakar dan makanan.

Geng kriminal di balik penculikan tampaknya tidak didorong oleh motif ideologis tetapi oleh keuntungan finansial. Antara Juni 2011 dan Maret 2020, setidaknya US$18 juta dibayarkan kepada para penculik sebagai tebusan, menurut laporan SB Morgen.

Kekerasan bandit Nigeria berakar pada bentrokan antara penggembala ternak nomaden dan petani menetap atas tanah dan sumber daya. Tetapi serangan balas dendam selama bertahun-tahun telah berkembang menjadi kriminalitas yang lebih luas.

TERKINI
Aktivis Global Sumud Pertama Tiba di Turki Setelah Deportasi Israel Hanya Butuh Hasil Imbang, Persib Diminta Tak Over Confident Sopir di Jakarta Utara Tega Cabuli Dua ART Baru Ketua Komisi X DPR: Pendidikan dan Inovasi Kunci Kebangkitan Indonesia