Dituduh Genosida, Myanmar Hentikan Pekerja ke Malaysia

Kamis, 08/12/2016 09:27 WIB

Myanmar - Kecaman yang dilontarkan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak terkait operasi militer Myanmar ke bagian Rakhine yang merupakan wilayah tempat tinggal Rohingnya sebagai genosida dan menyerukan campur tangan internasional, membuat gerah negara pimpinan Aung San Su Kyi.

Myanmar  langsung membuat seruan menghentikan pengiriman tenaga kerja ke Malaysia. juga membuat Myanmar memanggil duta besar Malaysia untuk menyampaikan bahwa pernyataan PM Najb `tidak bisa dibuktikan dan tuduhan yang tidak berdasar`. Disebutkan bahwa Myanmar menolak istilah yang digunakan

Penghentian sementara pengiriman tenaga kerja Myanmar, menurut Wakil Menteri Tenaga Kerja Myanmar, Maung Maung Kyaw,  dengan alasan kekhawatiran akan keamanan mereka di Malaysia.

"Kami memerintahkan semua perusahaan tenaga kerja yang berlisensi untuk menghentikan pengiriman tenaga kerja migran ke Malaysia mulai tanggal 6 Desember karena ada kekhawatiran akan keamanan mereka," jelasnya kepada kantor berita Reuters yang diberitakan Bbc.

Dia tidak menjelaskan berapa lama penghentian akan ditempuh dan menepis jika dikaitkan dengan komentar PM Najib Razak.

Diperkirakan terdapat sekitar 147.000 tenaga kerja asal Myanmar yang bekerja di Malaysia, yang juga menampung sekitar 55.000 umat Muslim Rohingya. Pemerintah Myanmar tidak mengakui orang Rohingya sebagai warga negara dan menganggap mereka sebagai pendatang gelap dari Bangladesh.

TERKINI
Trump Bakal Bahas Iran, Perdagangan, Energi dengan Xi Jinping Hari ke-16 Operasional Haji: 12.725 Jemaah Jalani Rawat Jalan, 10 Wafat PPIH Imbau Jemaah Lansia-Risti Tak Paksakan Diri Salat di Masjidil Haram 13 Sumur Migas Baru Ditemukan di Kawasan Transmigrasi, Potensi Capai Rp2,5T