Sabtu, 01/01/2022 14:45 WIB
Tokyo, Jurnas.com - Badan Energi Atom Jepang (JAEA) dan Mitsubishi Heavy Industries Ltd, akan bekerja sama dengan Amerika Serikat dan perusahaan ventura Bill Gates untuk membangun reaktor nuklir berteknologi tinggi di Wyoming.
Pihak yang bekerja sama akan menandatangani kesepakatan pada awal Januari untuk JAEA dan Mitsubishi Heavy Industries, guna memberikan dukungan teknis dan data dari reaktor canggih Jepang sendiri.
TerraPower, sebuah usaha tenaga nuklir canggih yang didirikan oleh Gates, akan membuka pabrik Natrium di Wyoming pada 2028. Pemerintah AS akan menyediakan dana untuk menutupi setengah dari proyek senilai US$4 miliar dikutip dari Reuters pada Sabtu (1/1).
Terrapower awalnya mengeksplorasi prospek pembangunan pembangkit nuklir eksperimental dengan China National Nuclear Corp, sampai dipaksa untuk mencari mitra baru setelah pemerintahan Donald Trump membatasi kesepakatan nuklir dengan China.
Mendes Sosialisasikan Program Magang di Jepang saat Dialog dengan Siswa NTB
Jepang Siap Lepas Cadangan Minyak Tambahan untuk 20 Hari
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Sebagaimana diketahui, Amerika Serikat bersaing dengan China dan Rusia yang juga berharap untuk membangun dan mengekspor reaktor canggih.
Jepang, di sisi lain, memiliki sejarah pahit dalam menonaktifkan reaktor canggih prototipe Monju pada tahun 2016, sebuah proyek yang menelan biaya US$8,5 miliar tetapi memberikan sedikit hasil dan kontroversi selama bertahun-tahun.
Fasilitas Monju mengalami kecelakaan, pelanggaran peraturan, ditutup-tutupi, dan ditutup menyusul ketidakpercayaan publik terhadap energi nuklir pasca bencana nuklir Fukushima 2011.
Keyword : Reaktor Nuklir Jepang Bill Gates Amerika Serikat