Rabu, 07/12/2016 15:47 WIB
Jakarta - Atlet BMX Tony Syarifudin boleh bangga karena tercatat sebagai atlet BMX pertama Indonesia yang tampil di Olimpiade 2016. Namun, secara realistis, Olimpiade Rio memang belum menjadi levelnya untuk meraih medali. Target realistis bagi Tony sebenarnya adalah SEA Games 2017 dan Asian Games Jakarta-Palembang 2018.
“Tony tampil di Olimpiade hanya menambah jam terbang sekaligus melihat peta kekuatan atlet BMX dari Asia Tenggara dan Asia. Jadi, kita bisa melihat peluang medali pada saat tampil di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018/" style="text-decoration:none;color:red;">Asian Games 2018,” kata Direktur Performa Tinggi Lomba 3 Satlak Prima, Denny Gumulya.
Menurut Denny, Olimpide tidak lebih merupakan batu loncatan Tony untuk terus meningkatkan prestasinya. Terutama menghadapi Asian Games Jakarta-Palembang 2018.
Guna meningkatkan prestasi balap sepeda di pentas internasional, Denny yang juga mantan Ketua Bidang Pembinaan PB ISSI, berharap PB ISSI pimpinan Raja Sapta Oktohari bisa menggerakkan pembinaan atlet balap sepeda di seluruh daerah. Selain itu, katanya, PB ISSI juga harus memiliki kompetisi berjenjang dan berkesinambungan.
Tradisi Lempar Koin Picu Masalah Kualitas Air di Gunung Fuji
Koin Berusia 2.000 Tahun Ini Pernah Dipakai Bayar Ongkos Bus di Inggris
Penemuan Koin Emas Berusia 1.000 Tahun Ungkap Jejak Prajurit Viking
Hal lain yang perlu dibangun yakni mencetak pelatih dan wasit yang memiliki sertifikat internasional. “Regenerasi pelatih dan wasit tidak berjalan. Sampai sekarang, kita belum memiliki pelatih berkualitas seperti Wahyudi Hidayat dan Endang yang sudah tua. Dan, kita juga sama sekali tidak memiliki wasit internasional,” katanya. Advertorial
Keyword : Asian Games 2018 KOI Asian Games BMX