PKB: Jangan Sia-siakan Momen Kepemimpinan Baru di Pilpres 2024

Selasa, 28/12/2021 11:33 WIB

Jakarta, Jurnas.com – Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengatakan, Pilpres 2024 menjadi momentum bagi partai politik (parpol) untuk mengambil estafet kepemimpinan nasional.

Apalagi hingga saat ini belum ada survei yang menyebut adanya calon presiden yang benar-benar kuat, dengan elektabilitas diatas 30 persen. 

”Politik itu momentum. Saya melihat momentum yang ada, tokoh-tokoh yang muncul di survei, belum sampai pada momentumnya. Pak Ganjar, Pak Anies, Pak RK, misalnya, sebentar lagi pensiun, momentum politiknya akan hilang seiring waktu,” ujar Gus Jazil dikutip Selasa (28/12/2021). 

Karena belum ada tokoh dominan,Gus Jazil menilai Parpol harus membuat sikap dengan melihat momentum. Sebab, di politik itu setiap momentum ada pemimpinnya, dan setiap pemimpin ada momentumnya.

”Nah, disini menurut saya PKB harus ciptakan momentum. 2024 ini jadwal pemilu belum diputuskan. Artinya belum tentu pemilu digelar 2024. Artinya masih panjang momentumnya,” urainya.

Kata Gus Jazil, belajar dari berbagai survei, jika angka elektoral calon masih di bawah 30 persen. Artinya belum ada jaminan tokoh tersebut bisa menjadi presiden. Nama-nama yang selama ini moncer di survei, masih sangat berpeluang untuk disalip nama lain karena tingkat elektoral yang masih di bawah 30 persen. 

”Artinya, angka yang diperoleh Pak Ganjar, Pak Prabowo, Gus Muhaimin, sama saja, belum ada jaminan untuk menang,” katanya.

Menurutnya, sejak digelar pilpres langsung pada 2004 silam, belum ada ketua umum parpol yang menjadi presiden.

Gus Jazil mengatakan PKB ingin menggagas 2024 nanti sebagai momentum untuk penguatan parpol. Sebab, 20 tahun menjadi pelajaran penting bagi bagi kader partai.

”Apakah bisa kemenangan dilihat hari ini dengan hasil survei ini? Saya tidak yakin karena angkanya di bawah 30 persen. Sementara momentum politiknya masih dua tahun. Kalau Gubernur Jateng diganti Plt, beda lagi. Itulah yang saya sebut momentum,” ungkapnya.

Karena itu, Gus Jazil mengingatkan kader-kader parpol untuk tidak ciut nyali hanya karena muncul nama-cama kadidat potensial yang tingkat elektabilitasnya belum signifikan.

Jangan sampai hanya karena survei 20-30 persen saja, kemudian tokoh partai merasa kalah. Bahkan ia menyebut contoh, bagaimana Kiai Ma’ruf Amin saat Pilpres 2019 nggak ada di survei, tapi menang. Ada yang bilang karena Pak Jokowi, tapi apapun caranya politik itu adalah momentum.

Gus Jazil mengatakan, selama kurun waktu 2022-2024, akan ada 24 gubernur dan 248 bupati dan wali kota yang akan berakhir masa jabatannya sehingga diganti oleh Plt.

Pilpres 2024 itu berbeda dengan momentum-momentum sebelumnya, karena 4 pilpres yang ada, tidak ada Covid-19. Tidak ada 200 sekian kepala daerah yang di-Plt. Ini lolos dari pengamatan survei-survei.

"Inilah perlunya kita duduk. Apakah ada pengaruh plt kepala daerah dengan Pilpres 2024? Lembaga survei gak pernah merilis itu karena lebih tertarik melihat nama-nama popular,” kata Gus Jazil. 

TERKINI
Hari Jazz Internasional Setiap 30 April: Ini Sejarah, Makna, dan Tujuannya 5 Aturan Unik Sepak Bola yang Jarang Diketahui 30 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Persib Incar Poin Penuh Jelang Lawan Bhayangkara Lampung FC