Jum'at, 24/12/2021 06:40 WIB
MILAN, Jurnas.com - Institut Kesehatan Nasional (ISS) mengatakan, Omicron, yang merupakan varaian COVID-19 menyebar dengan cepat di Italia. Data awal dari survei kilat menunjukkan, virus tersebut menyumbang 28 persen kasus pada 20 Desember.
Survei sebelumnya menunjukkan, Omicron hanya 0,19 persen kasus pada 6 Desember.
ISS mengatakan, perbandingan dua laporan menunjukkan waktu penggandaan varian adalah sekitar dua hari, sejalan dengan pola yang sudah ditemukan di negara-negara Eropa lainnya.
"Meskipun hasilnya masih awal, perkiraan tersebut menegaskan kecepatan besar difusi varian, yang akan menjadi dominan dalam waktu singkat," kata Presiden ISS Silvio Brusaferro, dikutip dari Rueters, Jumat (24/12).
Siapa yang Pertama Kali Menemukan Radio?
10 Pemain Italia Termahal di Bursa Musim Panas 2026
Spanyol Perpanjang Pemeriksaan Perbatasan Pengunjung dari Italia
Data tersebut diberikan di pagi hari kepada pemerintah, yang diperkirakan akan memutuskan pada pertemuan Kabinet pada hari Kamis tentang langkah-langkah baru untuk mengatasi pandemi.
Analisis ini didasarkan pada sekitar 2.000 swab yang dikumpulkan di 18 wilayah Italia dan hasil akhir akan dipublikasikan pada 29 Desember, kata ISS, seraya menambahkan survei kilat baru akan dilakukan pada 3 Januari.
Italia, negara Barat pertama yang dilanda pandemi COVID-19 awal tahun lalu, telah melihat infeksi baru dan kematian meningkat dalam beberapa pekan terakhir, tetapi beban kasus harian tetap jauh di bawah beberapa negara Eropa lainnya seperti Inggris dan Jerman.
Italia melaporkan 146 kematian terkait virus corona pada Rabu dibandingkan 153 sehari sebelumnya, sementara penghitungan harian infeksi baru naik menjadi 36.293 dari 30.798.