Inggris Diramalkan Hadapi Badai Omicron Awal 2021

Sabtu, 11/12/2021 22:01 WIB

London, Jurnas.com - Sekelompok ilmuwan memprediksi bahwa Inggris bakal menghadapi gelombang besar infeksi Covid-19 varian Omicron, pada Januari 2021 mendatang.

Jumlah kematian akibat varian ini hingga April tahun dapat berkisar antara 25.000 hingga 75.000 orang, tergantung pada seberapa baik kinerja vaksin.

Tetapi para ilmuwan London School of Hygiene and Tropical Medicine di balik penelitian ini menyebut, masih ada ketidakpastian seputar pemodelan.

Dalam skenario terburuk, pembatasan yang lebih ketat mungkin diperlukan untuk mengantisipasi rumah sakit kewalahan menangani pasien.

Kendati demikian, menurut laporan BBC pada Sabtu (11/12), vaksinasi dosis booster yang tinggi berpeluang mengurangi dampak gelombang Omicron.

"Omicron menyebar sangat cepat, cukup mengkhawatirkan, dan kemungkinan akan menjadi bentuk virus yang dominan di Inggris pada akhir tahun," ujar salah satu peneliti, Nick Davies.

"Berdasarkan apa yang kami lihat, kami dapat memperkirakan akan ada gelombang besar Omicron di Inggris," sambung dia. Studi ini mengasumsikan Omicron tidak separah varian sebelumnya.

Dalam skenario paling optimistis, jumlah yang dirawat di rumah sakit setiap hari akan menjadi 40 persen lebih rendah dari puncak musim dingin lalu. Dalam skenario yang paling pesimistis, jumlahnya hampir dua kali lebih tinggi.

"Saya pikir proyeksi kami mengkhawatirkan, itu tidak memberikan gambaran yang optimis," kata dia.

Studi awal Badan Keamanan Kesehatan Inggris memperkirakan dua dosis vaksin memberikan perlindungan terbatas terhadap pengembangan gejala Omicron, tetapi dosis booster meningkatkannya hingga 75 persen.

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Iran Tutup Selat Hormuz Lagi, Timur Tengah Terus Memanas Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut