Minggu, 04/12/2016 19:17 WIB
Jakarta - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis data bahwa realisasi investasi di bidang energi baru dan terbarukan (EBT) hingga triwulan-III 2016 mencapai US$1,198 miliar atau 87,4 persen dari target tahun ini. Sektor investasi panas bumi menjadi yang paling dominan mencapai US$0,84 miliar.
Capaian ini ternyata belum memuaskan lantaran baru mencapai 86 persen dari target yang sebesar US$0,96 miliar. "Kami belum puas. Capaian yang kita kejar tentunya jauh lebih besar dari sekarang ini," ujar Dirjen Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM, Rida Mulyana.
Selaian sektor panas bumi, aneka energi baru terbarukan masih mencapai US$0,060 miliar atau 60 persen dari target sebesar US$0,1 miliar. Sementara bioenergi sudah mencapai sebesar US$0,298 miliar atau 94,7 persen dari target yang sebesar US$0,31 miliar.
"Untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan energi air skala kecil (PLTM/H) yang menggunakan dana anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) saat ini masih dalam tahap konstruksi dengan kapasitas 6,61 megawatt (MW) PLTS dan 2,84 MW PLTM/PLTMH," demikian dipaparkan Rida.
Terima Audiensi Tim EV ITS, Eddy Soeparno Dukung Penuh Inovasi dan Riset Energi Terbarukan
Eddy Soeparno Terima Pimpinan Senat Spanyol, Jajaki Kerjasama Energi Terbarukan Hingga Perdagangan
Diskusi Energi Terbarukan di Udayana, Eddy Soeparno Dorong Pariwisata Berkelanjutan di Bali
Keyword : Energi Terbarukan Rida Mulyana