Peran BPP dan Program IPDMIP Dimaksimalkan untuk Tingkatkan Kualitas Penyuluh

Jum'at, 29/10/2021 10:48 WIB

YOGYAKARTA, Jurnas.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan, Badan Penyuluh Pertanian (BPP) memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan pertanian.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin mengatakan, BPP merupakan lembaga yang sangat strategis dan vital bagi keberhasilan progam pertanian. Pasalnnya, BPP adalah pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat konsultasi agribisnis, hingga pusat pembelajaran.

"Termasuk sebagai wadah pengembangan jejaring kemitraan serta pengembangan petani milenial dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian," kata Bustanul saat melakukan kunjungan ke Gunung Kidul Yogyakarta, Jumat (29/10).

Menurut Bustanul, kehadiran BPP bak kawah candradimuka alias tempat penggodokan penyuluh agar optimal dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

"Karena mereka ini motivator.  Mereka membantu petani dalam mendapatkan informasi mengolah hasil produksi dari Poktan/Gapoktan/KWT, menggunakan teknologi, meningkatkan nilai tambah," ujar Bustanul.

Ditambahkan, penyuluh juga berperan sebagai dinamisator bagi petani karena mempunyai kemampuan menumbuhkan serta mengembangkan kelompok tani agar mampu berfungsi sebagai kelas belajar-mengajar, wahana kerja sama dan unit produksi.

"Disamping itu penyuluh mesti mampu menjadi inovator dalam menyebarluaskan informasi, ide, inovasi, dan teknologi baru kepada petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani," kata Bustanul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyanmsi menjelaskan, peran penyuluh sangat penting bagi dunia pertanian Indonesia.

Dedi menyebut penyuluh sebagai agen perubahan peradaban pertanian. "Penyuluh ini agen perubahan peradaban pertanian. Kalau peradaban pertanian kita berubah, itu dipastikan berkat peran dari penyuluh," kata Dedi.

Menurut Dedi penyuluh sudah mampu mengubah perilaku para petani. Hal ini ditandai dengan peralihan dari pola bercocok tanam lama ke sistem yang modern menggunakan teknologi mesin pertanian. "Semua itu berkat peran penyuluh. Penyuluh ini yang mampu mengubah perilaku para petani," ucapnya.

Dalam kerangka itu, Dedi menyebut hal yang paling utama mesti dilakukan adalah peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) petani dan penyuluh. Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) adalah upaya revitalisasi BPP, baik fisik maupun nonfisik yang akan diselenggarakan Kostratani yang menyasar penyuluh dan petani.

"Siapakah SDM pertanian, tidak lain tidak bukan adalah petani dan penyuluh. Maka, kostratani ini adalah upaya kami untuk meningkatkan SDM petani dan penyuluh yang berorientasi pada tujuan pembangunan pertanian yakni peningkatan peoduktivitas dalam rangka ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Dedi juga mengatakan akan memaksimalkan program Proyek Integrated Partisipatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP), meningkatkan poduktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi.

Menurut dia, proyek IPDMIP bisa memberikan pengetahuan baru kepada penyuluh Kostratani terkait meningkatkan pertanian di daerah irigasi.

"Ini juga bisa disampaikan penyuluhan kepada petani. Sehingga transformasi ilmu bisa terjadi. Dan petani benar-benar mampu merasakan manfaat dari kehadiran IPDMIP," tuturnya.

Di beberapa kesempatan,  Menteri Pertnaian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatkan, penguatan SDM ini adalah terjadinya peningkatan peoduktivitas hasil pertanian.

"Tujuan kami memberdayakan penyuluh dan petani agar produktivitas meningkat. Kalau produktivitas tinggi, sudah pasti penyuluhnya aktif. Begitu juga sebaliknya. Maka semua BPP akan kita perkuat, termasuk di Lombok Utara ini. Ada 5.733 BPP yang bisa saling berdiskusi dan curhat dan berkoordinasi," ujarnya.

"Kostratani ini berada di kecamatan. Komandannya adalah camat, pelaksana hariannya adalah BPP di-support penuh oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Jadi Kostratani melibatkan seluruh komponen bangsa yang ada di tingkat kecamatan. Kostratani ini pusat gerakan pembangunan pertanian indonesia," pungkas Mentan.

TERKINI
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah Bolehkah Meminta Kematian Saat Ditimpa Ujian Berat? Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam Inilah Ciri-Ciri Mukmin Sejati Menjelang Kematian