Minggu, 07/11/2021 10:05 WIB
Baghdad, Jurnas.com - Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi, lolos dari upaya percobaan pembunuhan di tempat kediamannya di Baghdad.
Dikutip dari BBC pada Minggu (7/11), rumah Al-Kadhimi diserang oleh pesawat tanpa awak (drone) yang memuat bahan peledak. Setelah insiden itu, dia dibawa ke rumah sakit.
Dalam sebuah cuitan di Twitter, Al-Kadhimi meminta warganya untuk tetap "tenang dan menahan diri dari semua orang, demi Irak".
Para pejabat mengatakan sedikitnya enam orang dari bagian keamanan perdana menteri terluka. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, di daerah kota yang menampung banyak gedung pemerintah dan kedutaan asing. AS mengutuk insiden itu dan menawarkan bantuannya dalam penyelidikan.
Iran Izinkan Kapal Tanker Malaysia Lintasi Selat Hormuz
PM Italia Buka Suara soal Tarif AS dan Greenland
Eks PM Kanada Justin Trudeau Berusaha Keras agar Bisa Bertemu Katy Perry
"Tindakan terorisme yang nyata ini, yang kami kutuk keras, diarahkan ke jantung negara Irak," kata juru bicara departemen luar negeri AS Ned Price dalam sebuah pernyataan.
Al-Kadhimi, mantan kepala intelijen, dilantik pada Mei tahun lalu. Dalam beberapa pekan terakhir, para pendukung kelompok politik yang berpihak pada Iran melakukan demonstrasi di dekat Zona Hijau.
Mereka memprotes hasil pemilihan umum bulan lalu, yang mereka katakan memiliki ketidakberesan pemungutan suara. Dan lebih dari 100 orang terluka dalam bentrokan kekerasan dengan pasukan keamanan minggu ini.