AS Izinkan Lebih Banyak Batch Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson

Sabtu, 06/11/2021 08:45 WIB

WASHINGTON, Jurnas.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Jumat (5/11) bahwa pihaknya telah mengizinkan penggunaan dua batch lagi vaksin COVID-19 satu dosis Johnson & Johnson yang diproduksi di pabrik Emergent BioSolutions di Baltimore yang bermasalah.

FDA kini telah mengesahkan 11 batch vaksin yang diproduksi di fasilitas tersebut.

Pada bulan April, otoritas AS menghentikan produksi setelah bahan-bahan dari vaksin COVID-19 AstraZeneca, yang juga diproduksi di pabrik pada saat itu, mencemari sejumlah vaksin J&J.

Otorisasi hari ini didasarkan pada tinjauan menyeluruh terhadap catatan fasilitas dan pengujian kualitas oleh pabrikan, dan mempertimbangkan darurat kesehatan masyarakat COVID-19 saat ini, kata badan kesehatan itu dalam sebuah pernyataan.

Diperkirakan 30 juta hingga 50 juta dosis vaksin COVID-19 Johnson & Johnson yang dibuat awal tahun ini telah menganggur di pabrik Baltimore selama berminggu-minggu menunggu lampu hijau dari regulator AS untuk dikirim, dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters akhir lalu. bulan.

TERKINI
Berbagai Manfaat Lari Pagi untuk Kesehatan Ini Amalan agar Keinginan Ibadah Haji Cepat Terkabul Wafat saat Menunggu Antrean Haji, Apakah Tetap Dapat Pahala? 22 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini