Program Desa Wisata Sandiaga Uno, Wujudkan Mimpi Warga Desa

Selasa, 26/10/2021 09:40 WIB

Jakarta, Jurnas.com- Program Desa Wisata memajukan pedesaan dan ekonomi masyarakat. Potensi yang ada suatu desa menjadi perhatian Kementrian Parwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan segala potensi yang ada di desa. Dengan adanya program desa wisata maka kebangkitan suatu desa dan masyarakat bisa lebih cepat dan lebih baik. Seperti yang ada di Desa Wisata Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

"Disini kita bisa lihat, ekonomi masyarakat berkembang dengan baik dengan desa wisata. Kan banyak juga yang sudah ada potensi wisatanya, masyarakat kemudian bisa meningkatkan potensinya dengan membangun atau mengembangkan lokasi wisata tersebut,” kata Sandiaga Uno.

Potensi yang ada bisa dimanfaatkan seperti mambuat souvenir suatu desa. Ada juga membuka tempat istirahat atau home stay maupun warung makan sehingga wisatawan yang berkunjung bisa puas menikmati potensi wisata dilokasi tersebut. Dan di desa wisata Selasari ini, yang diangkat sport tourism karena memiliki potensi keindahan gua sehingga wisatawan bisa mencoba rafting atau tubbing menyusuri sungai Santira.

Wisata budaya, kearifan lokal, dan toleransi beragama sangat kuat di Pangandran.  Menparekraf juga mendorong penguatan desa-desa wisata sebagai salah satu kekuatan pariwisata nasional. Sehingga dapat membuka lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Salah satunya melalui penguatan atraksi berbasis narasi (storynomic tourism) sehingga dapat menimbulkan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Desa Selasari,  Udin Tugaswara menuturkan, program desa wisata menteri Sandiaga membuat banyak desa yang sebelumnya tertinggal menjadi berkembang dengan baik dan bagus. Banyak kepala desa yang terharu dengan program tersebut pasalnya penduduk desa yang sebelumnya hanya bisa bertani atau berkebun dengan adanya desa wsiata maka ada pekerjain lain yang bisa di kerjakan.

"Ini juga menciptakan lapangan kerja, kita sekarang berharap ke anak-anak muda untuk bisa ikut kembangkan desanya," ungkapnya.

TERKINI
Apa Itu Hipertensi? Ini Penyebab dan Gejalanya yang Perlu Diwaspadai Mengapa Hari Hipertensi Sedunia Diperingati Setiap 17 Mei? Ini Sejarahnya Mengenal Sosok Abdul Malik Fadjar, Pencetus Hari Buku Nasional di Indonesia Hari Buku Nasional 17 Mei, Ini Sejarah dan Alasan Diperingati Setiap Tahun