Minggu, 27/11/2016 06:51 WIB
Sentul - Kondisi perekonomian pada tahun 2017 akan berisiko global, sehingga perlu upaya mengatasi perlambatan harus dilakukan. Negara mau dan berkembang akan bersamaan mengalami situasi dan harus menjadi risiko.
Hal itu dikatakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Menurutnya, potensi risiko itu hadir setelah pemilihan Presiden AS berlangsung, karena dunia masih menebak-nebak arah kebijakan Presiden terpilih Donald Trump dan rencana Bank Sentral AS (The Fed) untuk menyesuaikan suku bunga acuan.
Sri Mulyani Pamit Sebagai Menteri Keuangan
Profil Purbaya Yudhi Sadewa, Ekonom Pengganti Sri Mulyani di Kemenkeu
APBN 2026 Fokus Dukung Delapan Agenda Prioritas Prabowo
Keyword : Prediksi Ekonomi Sri Mulyani