Inilah Sosok Aman Khalili, Warga Afghanistan yang Selamatkan Nyawa Biden

Selasa, 12/10/2021 14:12 WIB

Kabul, Jurnas.com - Tidak banyak yang tahu bahwa seorang penerjemah Afghanistan, Aman Khalili, punya jasa besar pada Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, saat politisi Partai Demokrat itu 13 tahun lalu terjebak di sebuah lembah bersalju.

Dikutip dari BBC pada Selasa (12/10), Biden bersama anggota parlemen AS pada 2008 silam terpaksa mendarat darurat di sebuah lembah bersalju di Afghanistan. Di kokasi pendaratan itu, konon rombongan Biden rentan menjadi amukan badai salju.

Aman Khalili termasuk di antara pegawai Afghanistan dari pemerintah AS, yang membawa rombongan itu ke tempat yang lebih aman.

Dan kini, Khalili meminta bantuan kepada Washington untuk mengatasi masalah visa, dengan tujuan bisa pergi dari Afghanistan yang telah dikuasai oleh kelompok Taliban.

Pada Senin (11/10) kemarin, seorang perwakilan Departemen Luar Negeri AS menyebut bahwa Khalili dan keluarganya telah meninggalkan Afghanistan, dan memulai perjalanan selanjutnya dari Pakistan.

"Mereka melakukannya dengan keterlibatan dan dukungan yang luas dan tingkat tinggi dari Pemerintah AS, dan kami berterima kasih atas banyak orang lain yang juga mendukungnya selama ini," ujar perwakilan AS.

13 tahun setelah pertemuannya dengan sang calon presiden, serta senator Chuck Hagel dan John Kerry, Khalili berjuang untuk mendapatkan Visa Imigran Khusus (SIV) AS untuk melarikan diri dari Afghanistan.

Setelah penarikan AS musim panas ini, Khalili meminta Biden untuk menyelamatkannya, istri dan lima anaknya. "Saya percaya padanya," katanya kepada CNN. "Saya percaya dia bisa melakukan segalanya," sambung dia.

Ketika ditanya tentang situasi Khalili pada September lalu, Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki berterima kasih kepadanya karena "membantu sejumlah orang favorit saya keluar dari badai salju dan untuk semua pekerjaan yang Anda lakukan" dan mengatakan AS "berkomitmen" untuk mengevakuasi sekutu.

Koalisi Pertama Manusia, sebuah organisasi yang membantu menyelamatkan lebih dari 200 warga Afghanistan yang sekarang berada di Pakistan, mengatakan kepada BBC bahwa mereka "sangat berterima kasih" kepada para pejabat AS dan Pakistan karena membantu "dalam upaya kami untuk membawa penerjemah Presiden Biden dan keluarganya ke tempat yang aman".

SIV dirancang khusus untuk warga Afghanistan dan Irak yang bekerja bersama pasukan Amerika di kedua lokasi konflik tersebut. Tidak jelas apakah Khalili telah memperoleh visa ini, atau apakah dia sedang bepergian ke AS.

TERKINI
Desakan Mundur Dirut KAI Usai Insiden Bekasi Terlalu Prematur Belajar dari Tiongkok, Pemerintahan Prabowo Percepat Pengentasan Kemiskinan Triwulan I, Throughput PTP Nonpetikemas Capai 12,84 Juta Ton Tumbuhkan Ekonomi, MBG Harus Mampu Jadi Platform Pangan Terintegrasi