Gerindra: Jenderal Tito Mau Hidup di Indonesia atau China?

Jum'at, 25/11/2016 19:08 WIB

Jakarta - Partai Gerindra menyayangkan sikap Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang melarang aksi demo pada 2 Desember nanti. Sebab, Kapolri dianggap telah mengabaikan aspirasi rakyat khususnya umat muslim.

Politikus Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan, Kapolri semestinya berpihak kepada keadilan dan tuntutan rakyat dalam menyampaikan aspirasi saat aksi demo pada 2 Desember nanti.

"Sampaikan ke Jenderal Tito setelah pensiun mau hidup di Indonesia bersama rakyat atau mau hidup di China bersama taipan-taipan," tegas Sodik mempertanyakan sikap Kapolri, Jakarta, Jumat (25/11).

Hal itu menanggapi larangan demo dan adanya surat edaran kepada angkutan umum agar mengantisipasi terjadinya pemberangkatan peserta unjuk rasa ke Jakarta pada 2 Desember mendatang.

Seharusnya, kata Sodik, Polri dan TNI sebagai aparat penegak hukum dapat mengayomi dan melindungi rakyat, bukan malah memakai kekuatan institusi untuk melawan rakyat.

"Kekuatan Polri dan TNI harusnya untuk melawan teroris dan para makar bukan untuk melawan para rakyat yang mau sampaikan aspirasi," tegas Wakil Ketua Komisi VIII DPR itu.

TERKINI
Ngenes! 5 Pemain Bintang Ini Belum Pernah Juara Piala Dunia Rutin Bersepeda Bisa Kurangi Risiko Kanker dan Stroke, Benarkah? Alami KDRT, Orang Tua Pegawai BUMN Lapor ke Komnas Perempuan Hari Sepeda Sedunia Setiap 3 Juni, Ini Sejarah hingga Tujuannya