Kamis, 07/10/2021 15:49 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kalangan dewan meminta Pemerintah melaporkan kepada publik soal perkembangan uji klinis dan produksi vaksin Merah Putih.
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto menegaskan, Pemerintah harus memberi perhatian yang cukup kepada upaya pengembangan produk inovasi nasional, agar tahap uji klinis, produksi dan distribusi vaksin Merah Putih sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
"PKS minta Pemerintah menyampaikan kemajuan produksi vaksin Merah Putih ini ke publik secara reguler. Masyarakat ingin tahu perkembangan uji klinis dan persiapan produksi vaksin hasil inovasi anak bangsa tersebut,” terang dia dalam pesan elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Kamis (7/10).
Masyarakat, lanjut Mulyanto, sangat berharap vaksin Merah Putih bisa segera mendapat emergency use authorization (EUA) dari BPOM. Selanjutnya diproduksi massal dan didistribusikan sesuai jadwal awal tahun 2022.
Negara dengan Pemain Naturalisasi Terbanyak di Piala Dunia 2026
3 Perwira Israel Dilaporkan Terluka Akibat Serangan Hizbullah
Ini 8 Kuliner Khas Bulan Muharram di Indonesia
Mulyanto juga meminta Pemerintah memasukan vaksin Merah Putih ke dalam skema program vaksinasi nasional sehingga bersifat penugasan (mandatori).
"Kebutuhan vaksin kita sangat besar karena populasi kita yang besar. Belum lagi untuk keperluas booster dan pengulangan. Peluang ekspor juga dimungkinkan untuk menambah devisa negara," lanjut dia.
Mulyanto meminta Pemerintah fokus untuk membangun pabrik vaksin Merah Putih hasil inovasi domestik ini dan buang jauh-jauh ide untuk membangun pabrik vaksin asing di Indonesia.
"Kalau bangsa sendiri bisa bangun pabrik vaksin nasional, kenapa harus bangun pabrik vaksin asing. Tidak masuk akal itu," demikian Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini.