Myanmar Dituding Sedang Aksi Pembersihan Rohingnya

Jum'at, 25/11/2016 05:38 WIB

Bangladesh - Pemerintaham Myanmar melalui militernya sedang berusaha melakukan pembersihan etnik dari kelompok minoritas muslim Rohingnya dari negaranya.

Hal itu dikemukakan Kepala Pusat Pengungsi PBB di Bangladesh bagian tenggara, John McKissick. Kata dia, kejadian  ribuan orang Rohingya yang beragama Islam melarikan diri dari Myanmar ke negara tetangga Bangladesh, setelah terjadi kerusuhan antara pasukan keamanan dan kelompok militan.

"Setelah pembunuhan sembilan penjaga perbatasan pada tanggal 9 Oktober lalu, militer dan polisi penjaga perbatasan terlibat dalam penghukuman kolektif terhadap minoritas Rohingya.

"Membunuh laki-laki, menembak mereka, membunuh anak-anak, memerkosa perempuan, membakar dan menjarah rumah mereka, memaksa orang-orang tersebut untuk menyeberang sungai," kata McKissick yang bertugas di kota perbatasan Bangladesh, Cox`s Bazar.

Pemerintah Myanmar menepis tudingan itu. "Ia (McKissick) seharusnya berbicara atas dasar fakta nyata dan kuat di lapangan," kata juru bicara presiden Zaw Htay dilansir bbc.

Pada Rabu (23/11) Kementerian Luar Negeri Bangladesh memanggil duta besar Myanmar untuk menyampaikan kekhawatiran pemerintah terhadap operasi militer Myanmar belakangan ini. Bangladesh juga meminta Myanmar mengizinkan mereka pulang tanpa rasa takut dan menjamin keselamatan mereka.

Rohingya merupakan etnik minoritas yang tidak diterima sebagai warga negara oleh Myanmar. Mereka dianggap sebagai pendatang gelap dari Bangladesh walaupun sudah hidup di Myanmar selama berabad-abad.

Keyword : Krisis Myanmar PBB

TERKINI
Sekjen Golkar Resmi Luncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur Nasional? Ini Penjelasan Resminya Legislator Golkar: Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Tetap Terjaga KPK Serahkan Barang Rampasan Senilai Rp3,52 Miliar ke Lemhannas