Rabu, 29/09/2021 19:17 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) berupaya meyakinkan Indonesia bahwa pakta pertahanan antara AS, Australia, dan Inggris bukan ancaman bagi stabilitas Indo-Pasifik.
Hal ini disampaikan oleh Duta Besar AS untuk Indonesia, Sung Kim/" style="text-decoration:none;color:red;">Sung Kim, secara daring pada Rabu (29/9), di tengah kekhawatiran Indonesia dan Malaysia bahwa pakta tersebut akan memicu perlombaan senjata di kawasan.
"Ini akan memperkuat kerja sama berkelanjutan kami dengan negara-negara utama seperti Indonesia, untuk memastikan bahwa kami memiliki Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka yang menghormati supremasi hukum," kata Kim dikutip dari Reuters.
Kim menepis kekhawatiran perlombaan senjata atau proliferasi nuklir. AUKUS, kata Kim, sebagai inisiatif positif yang akan menguntungkan Indonesia.
AS Kawal Puluhan Kapal Dagang Lintasi Selat Hormuz
Iran Bersihkan 50 Akses Terowongan Setelah Serangan AS-Israel
Menlu: Iran dan AS Masih Saling Kirim Pesan
Diketahui, AUKUS dinilai sebagai upaya mencegah hegemoni China di Asia Tenggara dan sekitarnya, khususnya Laut China Selatan. Indonesia pada awal bulan ini meningkatkan patroli, sebagai tanggapan terhadap kapal-kapal Amerika dan China.
"Kami tidak meminta negara mana pun, termasuk Indonesia, untuk membuat pilihan antara AS dan negara lain mana pun," kata Kim tentang AUKUS, seraya menambahkan ketiga sekutu itu sangat menghormati sentralitas ASEAN.
Sebelumnya, pakta pertahanan AUKUS menyebabkan kemarahan Prancis. Pasalnya, proyek kapal selam Australia-Prancis yang bernilai miliaran dolar berakhir batal, dan berganti dengan proyek kapal selam nuklir dengan AS dan Inggris.