Ini Proyeksi Realisasi Penerimaan Pajak 2017

Rabu, 23/11/2016 23:12 WIB

Jakarta - Pengamat Pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) mengungkapkan realisasi penerimaan pajak di 2017 diproyeksikan akan berada di antara Rp 1.226,09 hingga Rp 1.241,44 triliun. Padahal, pemerintah menargetkan pajak 2017 lebih rendah Rp 1.307,6 triliun.

"Target penerimaan pajak di 2017 lebih kecil dibandingkan target 2016. Penerimaan 2017 dipatok Rp 1.307 triliun, terdiri dari PPh migas, PPN, dan yang lainnya. Asumsi defisit 2,41% dari PDB," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Dari kajian yang dilakukan realisasi penerimaan pajak di 2017 diproyeksikan akan berada di antara Rp 1.226,09 hingga Rp 1.241,44 triliun. Artinya realisasi akan berkisar antara 94-95% dari target sebesar Rp 1.307,6 triliun.

Proyeksi ini telah mempertimbangkan adanya perlambatan ekonomi, tingkat inflasi, program pengampunan pajak dan sebagainya.

Hasil kajian ini juga mengkonfirmasi bahwa APBN 2017 disusun dengan lebih realistis dan kredibel. Oleh karena itu, kami mengapresiasi adanya upaya pemerintah untuk juga memberikan ruang relaksasi tanpa adanya target yang justru berpotensi memberikan tekanan kepada wajib pajak di tengah situasi ekonomi yang belum menentu.

Terlepas dari semakin baiknya proses targeting, tax ratio di Indonesia kembali menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Memang benar bahwa penggunaan indikator tax ratio tidak sepenuhnya tepat dalam mengukur kinerja penerimaan.

Akan tetapi ia dapat menjadi indikasi sejauh mana kapasitas aktivitas ekonomi mampu diterjemahkan dalam bentuk pajak.

Dalam dokumen Nota Keuangan dan RAPBN 2017, salah satu fokus kebijakan perpajakan Pemerintah adalah mengupayakan peningkatan tax toGDP ratio menjadi 13-14% di tahun 2018 dan 2019. Padahal di 2017, tax ratio dari artian penerimaan perpajakan diperkirakan hanya akan mencapai 10,93%.

Walaupun bukan sesuatu yang mustahil, pemerintah harus bekerja ekstra keras untuk memperoleh lompatan tax ratio di tahun-tahun sesudahnya.

TERKINI
Studi: Urine Manusia Berpotensi Jadi Pupuk Hemat Energi, Ini Cara Kerjanya Lestari Moerdijat: Dukung Peningkatan Peran Perempuan dalam Pembangunan Wisuda ITS, Mentrans Kenang Pengabdian Abdul Rohid Pemerintah Diminta Prioritaskan Keamanan WNI di Lebanon