Jum'at, 24/09/2021 19:25 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Amerika Serikat mulai memasok senjata dan amunisi ke organisasi teroris di Suriah.
Hal itu disampaikan Erdogan di sela-sela pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kamis (23/09). Erdogan menekankan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam saat ini terjadi.
Ankara telah bekerja dengan baik dengan mantan presiden AS, George W. Bush, Barack Obama dan Donald Trump, tetapi dia tidak dapat mengatakan bahwa kerja dengan Joe Biden dimulai dengan baik.
"Saya tidak bisa dengan jujur mengatakan bahwa ada proses yang sehat dalam hubungan Turki-Amerika," kata presiden itu dilansir Middleeast, Jumat (24/09).
Iran Peringatkan Perang dengan AS Bisa Meluas hingga Samudra Hindia
Pezeshkian Tegaskan Iran Terbuka untuk Dialog tetapi Tolak Tekanan
Iran Sampaikan Syarat ke AS Lewat Qatar, Bahas Akhir Perang hingga Blokade
"Dengar, kami membeli F-35, membayar 1,4 miliar dolar, dan F-35 ini tidak dikirimkan kepada kami," tambahnya.
"Harapan saya bahwa, sebagai dua negara NATO, kita harus memperlakukan satu sama lain dengan persahabatan, bukan permusuhan. Tapi lintasan saat ini bukan pertanda baik."
Keyword : Amerika Serikat Senjata Teroris Presiden Turki