Selasa, 21/09/2021 19:54 WIB
Khartoum, Jurnas.com - Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok berhasil menggagalkan upaya kudeta yang diduga didalangi oleh loyalis presiden yang terguling, Omar al-Bashir.
Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (21/9), Hamdok menyebut upaya kudeta itu direncanakan oleh orang-orang di dalam dan di luar militer, diawali dengan menabur ketidakamanan, terutama di timur Sudan.
"Apa yang terjadi adalah kudeta yang diatur oleh faksi-faksi di dalam dan di luar angkatan bersenjata dan ini merupakan perpanjangan dari upaya sisa-sisa sejak jatuhnya rezim sebelumnya untuk membatalkan transisi demokrasi sipil," kata Hamdok dikutip dari Reuters.
"Upaya ini didahului oleh persiapan ekstensif yang diwakili oleh pelanggaran hukum di kota-kota dan eksploitasi situasi di timur negara itu, menutup jalan dan pelabuhan nasional dan memblokir produksi minyak," sambung dia.
Krisis Sudan Selatan, PBB Peringatkan Warga Sipil-Transisi Politik Terancam
Diserang Saat Sidang Sengketa, 35 Warga Sipil Tewas Dihantam Drone Militer
PBB: Krisis Sumber Daya Picu Perang Saudara di Sudan
Ini bukan tantangan pertama bagi otoritas transisi. Pemerintah mengklaim telah menggagalkan atau mendeteksi upaya kudeta sebelumnya yang terkait dengan faksi-faksi yang setia kepada Bashir, yang digulingkan oleh tentara setelah berbulan-bulan protes terhadap pemerintahannya.
Hamdok memastikan, mereka yang terlibat dalam upaya kudeta terbaru ini akan dimintai pertanggungjawaban.
"Untuk pertama kalinya, ada orang yang ditangkap saat pelaksanaan kudeta," tandas Hamdok.
Keyword : Abdalla Hamdok Sudan Kudeta Gagal Omar al-Bashir