Ketegangan Politik antara China dan AS Bisa Hambat Upaya Perangi Perubahan Iklim

Kamis, 02/09/2021 09:11 WIB

 

Shanghai, Jurnas.com - Diplomat senior China, Wang Yi telah memperingatkan Amerika Serikat (AS), ketegangan politik antara Beijing dan Washington dapat merusak upaya dua sumber utama gas rumah kaca dunia untuk bekerja sama dalam memerangi perubahan iklim.

Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri China mengatakan kepada utusan iklim AS, John Kerry melalui tautan video pada Rabu (1/9) upaya bersama kedua belah pihak untuk memerangi pemanasan global adalah sebuah oasis, menurut sebuah pernyataan yang diterbitkan kementerian luar negeri pada Rabu malam (1/9). 

"Tapi di sekitar oasis adalah gurun, dan oasis itu bisa segera menjadi gurun," katanya. "Kerja sama iklim China-AS tidak dapat dipisahkan dari lingkungan hubungan China-AS yang lebih luas."

"Kami telah menunjukkan ketulusan kami," kata Wang seperti dikutip oleh penyiar CCTV. "Setiap orang yang bertemu dengan Anda harus menghabiskan dua minggu di karantina, tetapi kami bersedia membayar harga itu, untuk membahas kerja sama dengan AS tentang masalah bersama."

Kerry berada di kota Tianjin, China utara untuk mengadakan pembicaraan tatap muka dengan Xie Zhenhua, utusan khusus iklim China, tentang tanggapan bersama negara-negara tersebut terhadap krisis iklim.

Pengamat iklim berharap bahwa pembicaraan kedua negara akan mengarah pada kesepakatan yang lebih ambisius oleh kedua negara untuk emisi gas rumah kaca.

"G2 (China dan AS) perlu menyadari bahwa di luar oasis dan gurun bilateral mereka, seluruh planet dipertaruhkan," kata Li Shuo, penasihat iklim senior di kelompok lingkungan Greenpeace.

"Jika mereka tidak membuat kemajuan iklim bersama cukup cepat, semuanya akan segera menjadi gurun," tambahnya.

Pertemuan di Tianjin adalah yang kedua diadakan antara Kerry dan Xie, dengan yang pertama berlangsung di Shanghai pada bulan April. Kerry tidak punya wewenang untuk membahas apapun selain isu perubahan iklim.

Meskipun Wang memperingatkan, perubahan iklim sekarang dapat dikaitkan dengan masalah diplomatik lainnya, China bersikeras upayanya untuk mengekang emisinya dan beralih ke bentuk energi yang lebih bersih adalah bagian penting dari agenda kebijakan domestiknya yang ambisius.

"Para pemimpin China telah lama mengatakan bahwa mereka terlibat dalam aksi iklim bukan karena tekanan dari luar, tetapi karena itu menguntungkan China dan dunia pada umumnya," katapakar iklim dan profesor di UCLA, Alex Wang.

"Jika demikian, maka ketegangan AS-China seharusnya tidak memperlambat aksi iklim China," sambungnya.

TERKINI
Bolehkah Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu? Gelombang Panas Ekstrem, Prediksi Cuaca Akurat Bisa Selamatkan Ribuan Nyawa MUI Ingatkan Potensi Percaloan di Balik Wacana War Tiket Haji Kenaikan Tarif Pesawat Jangan Sampai Membebani Masyarakat