Senin, 30/08/2021 17:55 WIB
Wellington, Jurnas.com - Seorang perempuan di Selandia Baru meninggal dunia usai mendapatkan suntikan vaksin Pfizer. Menurut keterangan Dewan Pemantau Keamanan Independen Vaksin Covid-19, penyebab kematian itu ialah miokarditis atau radang otot jantung.
Dikutip dari BBC pada Senin (30/8), regulator Eropa menyebut miokarditis adalah efek samping yang sangat jarang pada vaksin. Sebab, manfaat vaksin lebih besar dari pada risikonya.
Sementara penyebab resmi kematian belum ditentukan, Dewan Pemantau Keamanan Independen Vaksin Covid-19 menilai miokarditis kemungkinan berasal dari vaksinasi.
"Ini adalah kasus pertama di Selandia Baru di mana kematian pada hari-hari setelah vaksinasi dikaitkan dengan vaksin Pfizer Covid-19. Sementara Center for Adverse Reactions Monitoring telah menerima laporan kematian lain pada seseorang yang baru saja divaksinasi, tidak ada yang dianggap terkait vaksinasi," kata lembaga itu dalam sebuah pernyataan.
Pemerintah Siapkan 135 Pos Vaksinasi Covid-19
FDA AS Setujui Vaksin RSV Pfizer
Masyarakat Diimbau Lengkapi Vaksinasi Covid-19
Kematian perempuan itu sedang diselidiki lebih lanjut, dan seorang ahli jantung akan memutuskan kasus ini. Para pejabat belum merilis rincian lebih lanjut, termasuk usia perempuan itu.
European Medicines Agency (EMA) sebelumnya menyoroti miokarditis sebagai efek samping sangat jarang dari vaksin Covid yang dibuat oleh Pfizer dan Moderna. Dikatakan, efek samping lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda.
Misalnya, Inggris melaporkan 195 kasus miokarditis di antara orang-orang yang telah menerima vaksin Pfizer, dengan laju sekitar lima kasus per satu juta. Sebagian besar kasus tersebut menyebabkan gejala ringan.
EMA mendesak masyarakat agar terus melakukan vaksinasi, demi membantu menghentikan gejala parah dari Covid-19.
Gejala miokarditis dapat mencakup nyeri dada onset baru, sesak napas dan detak jantung yang tidak normal. Para ahli mendesak siapa pun yang mengalami gejala-gejala ini pada hari-hari setelah vaksinasi untuk segera mencari perhatian medis.