Senin, 30/08/2021 14:25 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kelompok perlawanan Palestina Hamas menyerukan untuk meningkatkan tekanan pada Israel untuk mengakhiri blokade selama bertahun-tahun di Jalur Gaza.
"Kami menyerukan semua untuk memikul tanggung jawab mereka dan menekan pendudukan Israel untuk mengakhiri blokade yang tidak adil," kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum dalam sebuah pernyataan dilansir Middleeast, Senin (30/08).
Dia memperingatkan bahwa ketenangan dan stabilitas tidak akan terwujud selama rakyat Palestina tidak memiliki kehidupan yang bebas dan bermartabat.
Juru bicara Hamas menganggap Israel bertanggung jawab atas krisis kemanusiaan di Gaza sebagai akibat dari pengepungan Israel.
Perdamaian dengan AS Buntu, Menlu Iran Telepon Petinggi Hamas
Israel Tutup Akses Bantuan ke Gaza Usai Serangan Rudal Iran
Hamas Mulai Perbincangan dengan Faksi-faksi Palestina Soal Gencatan Senjata
"Rakyat Palestina tidak akan menerima kebijakan Israel atau kompromi hak-hak nasional mereka," katanya.
Ketegangan meningkat di Jalur Gaza dalam beberapa pekan terakhir karena Israel terus membatasi masuknya barang ke wilayah Palestina.
Israel mengatakan tidak akan mengizinkan masuknya bahan bangunan ke Gaza kecuali Hamas, yang memerintah Gaza sejak 2007, membebaskan tentara Israel yang ditahan oleh kelompok itu.
Hamas menolak kondisi Israel dan menuntut pertukaran tahanan dengan imbalan tentara Israel.
Rumah bagi lebih dari dua juta orang, Jalur Gaza telah terhuyung-huyung di bawah pengepungan Israel yang melumpuhkan sejak 2007, yang sangat mempengaruhi mata pencaharian di daerah kantong tepi laut.
Keyword : Kelompok Hamas Jalur Gaza Pasukan Israel