Minggu, 29/08/2021 23:53 WIB
Yerusalem, Jurnas.com - Pada Minggu (29/8), Israel mulai menawarkan vaksinasi booster kepada anak-anak berusia 12 tahun. Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett mengklaim, kampanye yang dimulai sebulan lalu di kalangan manula, berhasil memperlambat peningkatan penyakit parah yang disebabkan oleh varian Delta.
"Dosis ketiga membawa kita ke tingkat perlindungan yang dicapai oleh dosis kedua, ketika masih segar," kata Sharon Alroy-Preis, kepala kesehatan masyarakat di Kementerian Kesehatan Israel dikutip dari Reuters.
"Itu berarti, orang 10 kali lebih terlindungi setelah dosis vaksin ketiga," sambung dia pada konferensi pers.
Mereka yang memenuhi syarat untuk vaksinasi ketiga dapat menerimanya, asalkan setidaknya lima bulan telah berlalu sejak vaksinasi kedua.
23.000 Lebih Warga Palestina di Tepi Barat Ditangkap Zionis Israel
Hizbullah Beri Lima Syarat Gencatan Senjata dengan Israel
Hizbullah: Gencatan Senjata Tidak Bisa Sepihak, Janji Balas Serangan Israel
Berharap untuk mengekang penyebaran varian Delta yang sangat menular, Israel mulai memberikan booster ke populasi yang lebih tua sebulan yang lalu, dan secara bertahap menurunkan usia kelayakan. Sejauh ini 2 juta orang dari populasi 9,3 juta telah menerima tiga dosis.
"Sudah ada hasil: peningkatan morbiditas parah mulai melambat," kata Perdana Menteri Naftali Bennett dalam sebuah pernyataan.
"Tapi kita harus menyelesaikan dosis ketiga untuk semua warga negara kita. Saya memanggil mereka yang berusia 12 tahun ke atas untuk keluar dan segera mengambil suntikan ketiga," sambung dia.
Israel dan negara-negara lain telah terus maju dengan rencana booster meskipun ada penentangan dari Organisasi Kesehatan Dunia, yang mengatakan lebih banyak dunia harus divaksinasi dengan dosis pertama sebelum orang menerima yang ketiga.
Keyword : Vaksinasi Booster Israel Anak 12 Tahun Vaksin Covid-19