Dananjoyo Kusumo / Jurnal Nasional
Sejumlah pedagang Pasar Mayestik mengajukan permohonan kredit usaha rakyat (KUR) kepada Bank BNI. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta agar bunga KUR diturunkan.
Jurnas.com | PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono meminta bunga pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) diturunkan. "Mestinya untuk UKM bunganya lebih rendah," kata Presiden usai rakor di kantor pusat BRI, Jakarta, Jumat (10/8).
Meski begitu, Presiden melanjutkan, hingga saat ini, pemerintah bersama perbankan sudah dua kali menurunkan bunga KUR mikro, dari sebelumnya 24 persen, turun menjadi 23 persen, dan sekarang menjadi 22 persen. Sedangkan, bunga KUR ritel sekarang sudah 13 persen.
Pada kesempatan rakor di BRI kali ini, menurut Presiden, pihaknya juga menyampaikan agar dunia perbankan tetap menjaga keamanan, jangan sampai non-performing loan (NPL/kredit macet) membengkak terlalu tajam. "Saya persilakan kalangan perbankan duduk dengan pemerintah untuk membahas hal itu. Kalau kita mendalami dialog, SMS, dan testimoni, banyak yang meminta agar KUR tidak dihentikan. Mereka mengatakan, meminjam ke rentenir jauh lebih mencekik, ketimbang KUR," ucap Kepala Negara.
Mengingat pentingnya peran KUR ini, Presiden menilai, ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, bunganya harus bagus, bahkan kalau bisa diturunkan. Kedua, dunia perbankan harus meningkatkan pelayanan agar bisa lebih cepat dan baik. "Kalau perlu jemput bola. Lakukan iklan, tidak hanya iklan politik saja," kata Presiden.