Wienda Parwitasari / Jurnal Nasional
Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (Foke) dan Nachrowi Ramli (kanan) saat peresmian Media Centre Fauzi Bowo-Nachrowi di Jakarta, Minggu (14/5).
Jurnas.com | CALON wakil gubernur DKI Jakarta, pasangan urut nomor satu, Nahcrowi Ramli, mendoakan agar masyarakat Jakarta mendapatkan pemimpin yang terbaik.
Hal ini disampaikan Nara, dalam acara buka puasa bersama dan silahturahim, di kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Jakarta, (28/7).
"Kami dari pasangan nomor satu berharap, kelak masyarakat Jakarta mendapatkan pemimpin yang terbaik sesuai dengan harapan masyarakat Jakarta," kata Nara. Ia menambahkan, "Kita berharap Jakarta tetap aman, damai, dan tertib sehingga kita bisa hidup dengan tenang."
Terkait dengan pelaksanaan Pemilukada putaran kedua nanti, Nara juga menekankan agar segala bentuk isu SARA yang sempat beredar selama ini agar tidak mencuat. "Kita tidak berharap Jakarta terjadi seperti kasus terakhir di Myanmar, dimana 6000 umat muslim dibantai," ujarnya.
Oleh karena itu, ia menghimbau semua pihak bisa menjaga agar suasana pelaksanaan Pemilukada tetap aman dan kondusif. "Kita harus menjaga agara Jakarta tetap menjadi milik kita bersama dan kita hidup berdampingan satu sama lain dengan baik," kata Nara.
Sebagai umat Islam, ia melihat bahwa Al-quran, harus menjadi way of life dalam menentukan pilihan terhadap seorang pemimpin. Hal ini dilihatnya sebagaimana tercermin dalam nilai- nilai Pancasila, dimana semua harus hidup berdampingan dan bertoleransi dengan baik antarsesama.
Nara mengatakan, "Jakarta adalah milik kita bersama, bukan milik golongan tertentu. Oleh karena itu saya setuju jika empat pilar kebangsaan betul betul kita jadikan pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara."
Keempat pilar itu, menurut Nara adalah Pancasila yang mengayomi semua insan, UUD beserta amandemennya, NKRI sebagai harga final serta tidak ada upaya untuk memisahkan diri, dan pilar kebhinekaan. "Disinilah, empat pilar ini harus kita pertahankan dan kita jadikan pegangan berbangsa dan bernegara," ujarnya.