Jurnas.com | MENTERI Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, menyatakan, kemitraaan yang terjalin antara RI dan India selama ini telah memberikan kontribusi positif bagi perkembangan kawasan dan global.
Hal itu dikemukan Marty saat memimpin Delegasi RI pada pertemuan ke 4 Sidang Komisi Bersama (SKB) Indonesia - India di New Delhi, India sebagaimana dilansir dari siaran pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jumat (27/7). “Kerja sama kemitraan antara Indonesia dan India membawa manfaat besar tidak hanya bagi rakyat kedua negara, melainkan juga bermakna positif bagi perkembangan di kawasan dan dunia,” ujar Marty.
Terlebih, kata Marty, India dan Indonesia merupakan negara berpenduduk terbesar kedua dan keempat di dunia. Keduanya aktif menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang. Selain itu, Indonesia dan India juga merupakan negara demokrasi. ”Karenanya, terbuka peluang besar untuk terus meningkatkan kemitraan kedua negara ke taraf yang lebih tinggi,” katanya.
Lebih jauh Marty menjelaskan, pertemuan ke 4 SKB di New Delhi telah membahas berbagai upaya untuk terus memperkuat implementasi kemitraan strategis kedua Negara. Di sektor keuangan, misalnya, SKB telah menyepakati perjanjian penghindaran pajak berganda antara kedua negara. Di sisi lain, kesepakatan juga meliputi penyelenggaraan Indonesia – India CEO Meeting dan Forum Energi Indonesia – India, yang akan berlangsung akhir tahun ini.
Selanjutnya, pertemuan juga membahas kerja sama di bidang ketahanan pangan, pertanian, pendidikan, politik keamanan dan sosial budaya,termasuk pembahasan persiapan penyelenggaraan ASEAN – Indonesia Cooperation Commemorative Summit di New Delhi pada bulan Desember 2012, yang direncanakan akan dihadiri pula oleh Presiden RI.
Pada kesempatan kunjungan kerja ke India, Menlu Marty Natalegawa juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Perdana Menteri India, Manmohan Singh, serta berbicara di hadapan Indian Council on World Affairs (ICWA).
Kemitraan RI dan India sudah terjalin sejak lama, dimulai dari penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955 lalu. Hingga saat ini, kerjasama erat terjalin di berbagai forum internasional seperti PBB dan G-20.