PAUL J. RICHARDS / AFP
Henry mengatakan angka US$21 triliun adalah perkiraan konservatif.
Jurnas.com | MASYA Allah. Ternyata ada dana sebesar US$21 triliun (sekitar Rp200 biliun) yang disembunyikan para orang super kaya dunia yang tidak tersentuh pajak. Data akhir 2010 ini menunjukkan, dana siluman itu disimpan dalam berbagai rekening rahasia.
Nilai itu sama dengan produk domestik kotor Amerika Serikat dan Jepang sekaligus. Data ini diungkap James Henry, mantan ekonom di lembaga konsultasi McKinsey, yang melakukan penelusuran atas permintaan organisasi Tax Justice Network. Ia memakai data antara lain dari Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, dan data keuangan berbagai negara.
Henry mengatakan angka US$21 triliun adalah perkiraan konservatif dan mungkin nilai sesungguhnya mencapai US$32 triliun. Dana US$21 triliun tidak termasuk aset lain seperti properti dan kapal pesiar mewah.
Laporan ini diterbitkan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang keengganan membayar pajak atau bahkan menolak membayar pajak sama sekali. Sejumlah pemerintah, termasuk Jerman, kini bahkan membeli informasi dari bank tentang individu atau lembaga yang tidak membayar pajak.
Organisasi yang menyusun laporan ini, Tax Justice Network, telah melakukan kampanye menentang tempat-tempat yang dipakai orang kaya dunia menyimpan uang tanpa membayar pajak. Henry mengatakan orang-orang super kaya memindahkan uang di seluruh dunia atas bantuan para profesional di berbagai sektor, terutama di perbankan, investasi, akuntansi, dan hukum.
"Kerugian akibat hilangnya pajak dari dana ini sungguh sangat besar," kata Henry. "Namun berita baiknya adalah, kita sekarang mengetahui ada dana yang sangat besar, yang bisa diambil untuk membantu menyelesaikan krisis keuangan global dewasa ini," katanya. BBC