............... / ...........
Bandara Heathrow London akan menampung ribuan pendatang dan diperhitungkan per hari kedatangan tamu dua kali lipat dari hari biasa.
Jurnas.com | PERKAMPUNGAN atlet Olimpiade dibuka resmi Senin (16/7) bagi anggota kontingen yang pertama datang. Sedangkan operasional logistik untuk menangani kedatangan ribuan atlet dan ofisial semakin meningkat.
Bandara Heathrow London akan menampung ribuan pendatang dan diperhitungkan per hari kedatangan tamu dua kali lipat dari hari biasa.
Jalur prioritas "Games Lane" dioperasikan di lajur M4 dari Heathrow, agar pada atlet dan ofisial yang datang dapat bergegas keluar dari bandara tanpa terganggu dengan sibuknya lalu-lintas manusia dan barang di tempat kedatangan itu.
Ada sembilan polisi tambahan untuk menjaga keamanan di Bandara, seminggu setelah pemerintah menyiapkan 3.500 anggota keamanan untuk berjaga-jaga di berbagai tempat selama Olimpiade berlangsung.
Di Heathrow, dalam seminggu ini terjadi kemacetanan pada antrean pemeriksaan paspor, sehingga tempat khusus disiapkan agar para tamu merasa lebih nyaman keluar dari Bandara.
Tidak banyak keluhan dari tamu penonton dan atlet, yang disapa sekitar 500 sukarelawan yang siap melayani mereka ketika mendarat di Bandara.
Tim bola voli Belanda yang terbang dari Amsterdam dengan kostum oranye, mengatakan mereka amat terkesan ketika mendarat di Bandara.
Salah seorang dari atlet, Marleen van Iersel (24, mengatakan kepada AFP, "Sejak kami turun dari pesawat, sudah ada orang yang menyapa dan menolong kami. Kelihatannya amat terorganisir dengan baik."
Kontingen besar dari Amerika Serikat juga tiba di Heathrow, termasuk anggota tim layar mereka.
Tapi tidak semuanya berlangsung mulus, seperti yang dialami atlet dua kali juara dunia 400 meter, Kerron Clement, yang mengeluh bus yang membawa dia dan anggota timnya dari Heathrow ke perkampungan atlet berlangsung selama empat jam.
Clement menyatakan dalam tweeter-nya, "Wah, kami tersesat selama empat jam. Kesan kurang baik pertama kali tiba di London." "Atlet ngantuk, lapar dan butuh istirahat. Kami ingin cepat sampai ke perkempungan altet," katanya. ANTARA/AFP