Daulat Fajar Yanuar / PT. Media Nusa Pradana
Sugiri Syarief, mengatakan bahwa keberhasilan program KB selama tiga tahun terakhir secara umum sudah dapat dirasakan.
Jurnas.com | PARTISIPASI kepala daerah dalam program KB sangat dibutuhkan dalam mempercepat keberhasilan program kependudukan dan KB di Indonesia. Partisipasi ini sudah dirasakan dalam waktu tiga tahun belakangan ini.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Sugiri Syarief, mengatakan bahwa keberhasilan program KB selama tiga tahun terakhir secara umum sudah dapat dirasakan. Meski hasil sensus penduduk 2010, secara keseluruhan jumlahnya naik, tetapi pada kelompok umur 0-4 tahun jumlahnya lebih sedikit dibanding pada kelompok umur 5-9 tahun.
“Kemajuan ini tidak lain karena semakin meningkatnya dukungan politis dan operasional pemerintah pusat dan daerah yang telah menempatkan program KB menjadi bagian strategis dari pembangunan nasional,” kata Sugiri Syarief pada acara "Penganugerahan Manggala untuk Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono" di Jakarta, Rabu, (4/7).
Menurut Sugiri, program KB sudah menjadi urusan wajib yang harus dilaksanakan dan didanai oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Dukungan melalui perda dalam bentuk penyiapan kelembagaan, personel, sarana dan prasarana dan alokasi anggaran untuk mendanai program KB walau dalam jumlah yang masih terbatas sudah mulai menjadi perhatian.
“Meski sedikit tapi perannya sangat besar dalam mempercepat keberhasilan program KB,” katanya.
Sugiri menambahkan, salah satu wilayah yang dikatakan berhasil melaksanakan program KB adalah wilayah Jakarta Utara. Ditengah kecenderungan meningkatnya jumlah penduduk Jakarta Utara dari 1,4 juta jiwa berdasarkan survei penduduk tahun 2000 atau pertumbuhan hanya 0,51 persen pada 2010, jumlah penduduk menjadi 1,6 juta jiwa atau meningkat hanya sebesar 1,49 persen (22.620 jiwa).
Walikota Jakarta Utara Bambang Sugiyono, mengatakan pencapaian keberhasilan program KB di wilayah Jakarta Utara karena peran dari petugas kader PKK dan KB. Para petugas ini mampu mewujudkan program kesejahteraan keluarga dan menekan laju penduduk dengan baik.
“Pemkot dan petugas hanya mendorong masyarakat untuk mau ber KB, karena tidak hanya untuk kepentingan kota tetapi untuk kepentingan bangsa menuju keluarga sejahtera dengan memiliki anak cukup dua saja,” kata Bambang.
Keberhasilan Jakarta Utara dalam melaksanakan program KB diantaranya mampu meningkatkan peserta KB aktif dari 206.298 akseptor (2009) menjadi 208.854 akseptor (2010). Selain itu Jakarta Utara juga mampu mencegah angka kelahiran sebesar 41.259 kelahiran pada 2009 dan meningkat menjadi 42.679 kelahiran pada 2010.
“Selama tiga tahun kami juga berhasil menurunkan angka kelahiran (TFR) selama kurun waktu tiga tahun dari 2,01 menjadi 1,98 per 1000 kelahiran,” kataBambang.
Pencapaian peserta KB Pria, khususnya vasektomi tahun 2011 sebesar 203,95 persen dari target 228 akseptor, sementara sampai dengan Mei 2012, vasektomi sudah tercapai sebanyak 235 akseptor atau 45,09 persen dari target 519 akseptor.
“Kami juga memberikan dukungan anggaran untuk program KB di Jakarta Utara. Anggaran meningkat dari tahun 2010 sebesar Rp1.092.173.534 meningkat menjadi Rp3.039.880.000,” kata Bambang.