Rasdian A Vadin / Jurnal Nasional
Foto ilustrasi.
Jurnas.com | PENGHUNI Komplek Polri di Jalan Ampera, Jakarta Selatan tiba-tiba panik. Pasalnya sebuah rumah di komplek tersebut terbakar.
"Kami warga di sini panik. Sebab sekitar pukul 16.00 WIB tadi asap mengepul dari rumah tetangga saya," ujar Anton, salah satu penghuni komplek, Jakarta, Senin (2/6). Asap ternyata berasal dari sebuah kamar rumah di komplek L.
Anton mengatakan, asap yang awalnya sedikit semakin banyak membumbung. Hingga akhirnya warga sekitar sadar bahwa rumah tetangganya sedang kebakaran.
"Begitu saya dan warga lain sadar, kami langsung mengambil air. Kami menyiramnya secara bergotong royong," ucap Anton. Dalam kebakaran itu, tiga mobil pemadam kebakaran sempat didatangkan. Namun karena warga sigap memadamkannya, mobil pemadam seakan tak berguna.
"Kami ambil air dari mana saja, dari bak rumah, parit dan lain-lain. Kalau mobil pemadam hanya untuk menyiram sisa-sisanya. Telat sih," kata Anton. Sementara pemilik rumah, Eko mengatakan api berasal dari konsleting listrik di atas jendela kamar. Tepatnya dari sambungan AC.
Eko mengucapkan, dalam peristiwa itu setidaknya ia rugi Rp10 juta. "Rugi karena banyak alat elektronik, lemari dan isinya yang terbakar," ujarnya.