SAUL LOEB / AFP
Presiden AS Barack Obama mengunjungi lokasi kebakaran hebat di Colorado yang memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka.
Jurnas.com | PRESIDEN AS Barack Obama mengunjungi lokasi kebakaran hebat di Colorado yang memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka. Kunjungan itu dilakukan setelah Obama menyatakan kebakaran hutan tersebut sebagai bencana, sehingga dana federal dapat digunakan untuk upaya pemadaman kebakaran.
Tim penolong sejauh ini telah menemukan dua jasad korban tewas di sebuah reruntuhan rumah yang terbakar di Colorado, yang semula dilaporkan hilang.
Kebakaran hutan, yang telah merembet ke kawasan perumahan penduduk dan menghancurkan sekitar 346 rumah, merupakan salah satu yang terparah di negara bagian Colorado.
Seorang pejabat setempat mengatakan, kobaran api kini tinggal sekitar 25% dan sejauh ini tidak merembet ke wilayah lainnya. Namun pejabat kehutanan meminta warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan rembetan kobaran api.
Di kawasan utara Colorado, kebakaran hebat itu telah merenggut seorang korban tewas dan meratakan 257 rumah, demikian keterangan pejabat. Untuk memadamkan kobaran api yang telah melalap wilayah sekitar 160 ribu hektare, lebih dari seribu orang petugas pemadam kebakaran telah diturunkan.
Petugas pemadam kebakaran Kaya Rexach yang telah bekerja 12 jam sejak Selasa, kepada kepada kantor berita AP, menggambarkan kebakaran itu "seperti neraka". "Saya membayangkan bom nuklir meledak. Ada api di mana-mana...," tuturnya.
Dalam tragedi itu, sedikitnya 257 rumah hangus terbakar dan 32 ribu orang meninggalkan rumahnya. Sejumlah orang yang kehilangan rumahnya, dilaporkan kembali ke bekas rumahnya. Hal ini dilakukan mereka setelah petugas menyelesaikan proses evakuasi untuk memastikan apakah ada korban tewas di reruntuhan lokasi perumahan yang ludes terbakar.
Tetapi sebagian korban memilih tinggal di penampungan, karena seorang pejabat setempat mengatakan masih dibutuhkan beberapa hari untuk memulihkan layanan gas dan listrik.
Pejabat kepolisian setempat, Pete Carey, mengatakan, pihaknya telah menemukan dua jasad yang tewas terbakar di reruntuhan rumah. Sejauh ini petugas pertolongan masih berusaha mencari sedikitnya 10 orang yang masih dinyatakan hilang.
Sementara itu, pihak berwenang telah menginformasikan kondisi rumah para warga pada Kamis kemarin, setelah mereka melihatnya dari foto-foto yang diambil dari satelit udara.
Seorang warga tidak dapat menutupi rasa pilu ketika mengetahui rumahnya hangus menjadi abu. "Pikiran saya menerawang... hilang sudah kenangan indah dari rumah itu... ini kehilangan yang tak dapat tergantikan," kata Ribka Largent kepada kantor berita AP. BBC