Vien Dimyati / PT. Media Nusa Pradana
Kepala BKKBN, Sugiri Syarif memberikan bantuan pada acara Bhakti Sosial, dalam rangka peringatan Hari Keluarga ke XIX Tahun 2012, di Kantor BKKBN, Rabu, (20/6).
Jurnas.com | BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) akan meningkatkan pelayanan KB bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut Kepala BKKBN, Sugiri Syarief, hal itu mengingat keluarga yang tergolong pendidikan dan status ekonominya rendah mempunyai lebih banyak anak. "Ini akan menjadi ancaman bagi kita dalam mewujudkan penduduk yang kuat dan mempunyai daya saing tinggi," kata Sugiri pada acara Bhakti Sosial, dalam rangka peringatan Hari Keluarga ke XIX Tahun 2012, di Jakarta, Rabu, (20/6).
Langkah BKKBN tersebut, kata Sugiri, juga realisasi instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2010 soal revitalisasi program KB dan penanggulangan kemiskinan melalui penyempurnaan bantuan sosial berbasis keluarga.
Menurut Sugiri, kemiskinan adalah masalah kompleks dan multidimensi. Pemerintah menargetkan, tahun 2014 kemiskinan turun menjadi 8-10 persen. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di Indonesia sampai Maret 2009 adalah 32,5 juta jiwa. Namun, dari jumlah angka tersebut sayangnya masyarakat miskin belum sepenuhnya mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. "Maka dari itu, melalui Bhakti sosial BKKBN melakukan peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB," Katanya.