Dananjoyo Kusumo / Jurnal Nasional
Menandakan sentimen bearish masih berpeluang muncul.
Jurnas.com | BURSA saham Indonesia pada perdagangan Kamis diprediksi akan cenderung mengalami tekanan dan bergerak pada level support-resistance 3.832-3.888.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengungkapkan laju penguatan indeks ini tertahan seiring turunnya indeks Dow Jones pada perdagangan Rabu (13/6) sebesar 0,62 persen.
”Hal ini juga disertai kembali terkoreksinya harga komoditas seperti minyak mentah yang melemah 0,84 persen, nikel 1,13 persen, timah merosot 1,27 persen dan minyak sawit mentah (CPO) turun 0,44 persen,” kata Edwin, di Jakarta, Kamis, seperti dikutip Antara.
Di sisi lain, saat ini pelaku pasar masih menanti pelaksanaan pemilu ulang di Yunani di tengah sentimen window dressing menyambut tutup buku laporan keuangan semester I-2012 bagi emiten, dana pensiun dan fund manager.
Kepada Antara, Senior Research HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan gagalnya IHSG meneruskan kenaikan di atas 3.925 untuk beberapa hari ini menandakan sentimen bearish masih berpeluang muncul untuk memicu koreksi datang dalam beberapa waktu ke depan.
”Dengan gagalnya indeks melakukan reli waspadai koreksi datang," katanya. Untuk pergerakan indeks, lanjutnya, akan berada pada support 3.830-3.760-3.650 dan resistance 3.925-4.010-4.100.
Sementara saham-saham yang layak dikoleksi antara lain PT Astra International Tbk (ASII), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Sentul City Tbk (BKSL).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pra-opening turun 2,728 poin (0,07 persen) menuju level 3.857,733. Membuka perdagangan, indeks turun 0,643 poin (0,07 persen) menuju level 3.858,045. Memasuki Pk.09.35 JATS, indeks turun 18,374 poin (0,48 persen) menuju level 3.842,087.