ADEM ALTAN / AFP
Langkah terbaru Perdana Menteri Erdogan diyakini sebagai upaya rekonsiliasi.
Jurnas.com | UNTUK pertama kalinya sekolah umum di Turki diperbolehkan memelajari Bahasa Kurdi. Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan pelajaran dalam bahasa Kurdi itu bisa dilakukan jika jumlah siswa yang memintanya cukup.
“Sebagai contoh, jika cukup siswa dalam satu kelompok, bahasa Kurdi bisa diambil sebagai pilihan, akan diajarkan dan akan dipelajari. Ini merupakan langkah bersejarah," katanya di depan anggota parlemen.
Selama ini masih diberlakukan beberapa pembatasan atas penggunaan Bahasa Kurdi. Hal ini menjadi keluhan warga minoritas Kurdi di Turki.
Sebelumnya, sudah banyak ditempuh kelonggaran. Misalnya beberapa siaran TV menggunakan bahasa Kurdi, maupun pelajaran Bahasa Kurdi di dua universitas, dan politisi tidak mendapat sanksi jika menggunakan bahasa Kurdi.
Langkah terbaru Perdana Menteri Erdogan diyakini sebagai upaya rekonsiliasi. Meski masih banyak yang harus dilakukan pemerintah Turki untuk meraih kepercayaan dari masyarakat Kurdi.
Pengumuman perubahan kebijakan dilakukan pada saat pemerintah mengambil sikap tegas atas kelompok pemberontak Kurdi, PKK. Sepanjang tahun 2012 ini, bentrok pasukan Turki dan PKK menimbulkan belasan korban jiwa dalam beberapa kontak senjata.
Sementara ribuan warga sipil ditangkap karena dituduh mendukung PKK. Erdogan tampaknya berupaya meraih simpati dari warga Kurdi yang menginginkan pengakuan atas budaya mereka dan pada saat bersamaan mengucilkan kelompok pemberontak yang memperjuangkan wilayah sendiri.
Warga Kurdi di Turki mencapai sekitar 20 persen dari total jumlah penduduk. BBC