Dok.DKI
Toh yang tertangkap hanya suasana senyap.
Jurnas.com | SULIT sekali menguak aktivitas anggota DPRD DKI. Penelusuran Jurnal Nasional, hari ini, dengan bertanya dan mengecek ke ruang anggota dewan, hanya berbuah ketidakjelasan.
Ada informasi, Sejak Senin (7/5) malam, hampir sebagian besar anggota dewan melawat ke beberapa daerah. Tujuannya berbeda sesuai komisi masing-masing. Komisi A ke Pemprov Jawa Barat, Komisi B dan Komisi C ke Pemprov Bali dan DPRD Bali, Komisi D ke Pemprov Nusa Tenggara Barat, Komisi E ke Pemprov Riau.
Mereka dijadwalkan tiba di gedung dewan, hari ini. Toh yang tertangkap hanya suasana senyap. Nihil aktivitas. Beberapa orang seperti staf fraksi, kompak menggeleng saat ditanya mengapa belum ada aktivitas di gedung dewan.
Staf Fraksi PAN-PKB malah mengeluh. Selama bekerja di situ, tak pernah jelas kemana perginya anggota fraksi. “Berbeda dengan yang periode sebelum ini, kalau mau pergi selalu bilang,” katanya.
Staf Komisi D menyatakan, tidak ada agenda rapat minggu ini tidak ada karena ada kunker. “Mungkin adanya mulai minggu besok,” ujar staf yang enggan disebutkan namanya itu.
Di luar agenda kunker, ruangan rapat pun terbiasa terkunci. Bahkan kalau terbuka, jarang sekali tampak anggota dewan. Yang ada hanya staf yang bermain komputer atau membaca koran. Dan biasanya pegawai yang ada di komisi hanya bilang, “Coba cek di ruangan fraksi.”
Saking senyapnya, ada wartawan yang memanfaatkan saluran telepon komisi untuk berkomunikasi. Aneh. Kepala Humas DPRD DKI Wawan Setiawan mengakui kegiatan DPRD memang kurang transparan. “Tapi itu bisa ditanyakan ke masing-masing komisi atau ke saya,” kata Wawan.
Opsi mengumumkan kegiatan di website DPRD, belum bisa direalisasikan. Alasan Wawan, website masih dalam perbaikan, meski sudah dialokasikan anggaran sampai Rp200 juta. “Anggaran baru dialokasikan pada tahun 2012,” katanya.
Beberapa anggota dewan juga ada yang mengeluhkan kondisi ini. Anggota Komisi E dari Fraksi PAN Wanda Hamidah sudah lama memprotes ketidakjelasan rapat di komisinya. Tapi, ketua komisinya tak pernah merespon. “Harusnya Ketua DPRD (Ferrial Sofyan) membuat mekanisme absensi yang bisa secara terbuka dipantau publik,” ujarnya melalui pesan pendek.
Begitu pula Ribkoh Abriani dari Fraksi PKS. Senin silam, Ribkoh malah meminta menanyakan hal itu ke Ketua Komisi E Firmansyah, dari Fraksi Demokrat. Anehnya, ia juga tak tahu isi pertemuan antara Komisi E dan Dinas Pendidikan terkait cerita “istri simpanan” dalam lembar kerja siswa yang menghebohkan beberapa waktu silam. “Saya tidak tahu,” kata Ribkoh.
Nah, menurut Firmansyah, jadwal rapat tergeser dengan agenda rapat-rapat yang telah dijadwalkan Bamus (Badan Musyawarah) dan sekarang jadwal kunjungan kerja. “Kami komitmen untuk mengadakan rapat dengan Disdik,” ujarnya via pesan pendek.
Saat pesan itu disampaikan ke Ribkoh, ia cuma senyum di kulum.