Dananjoyo Kusumo / Jurnal Nasional
Universitas Indonesia melalui AIESEC mengadakan Social Entrepreneur National Project 2012 untuk mendorong kesadaran pelaku usaha muda peduli pada aspek sosial.
Jurnas.com | GUNA meningkatkan kesadaran para pelaku entrepreneur (wirausaha) dalam aspek sosial, Association Internaiole des Etudiant en Science Etudiant en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) Universitas Indonesia mengadakan acara puncak Social Entrepreneur National Project 2012 pada Minggu (15/4) di SMESCO Conventional Hall, Jakarta
Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan meningkatkan kesadaran para pemuda mengenai social entrepreneurship, dan juga untuk mendorong para pemuda untuk menjadi social entrepreneur Indonesia di masa depan.
"Kami yakin bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa saat ini, memiliki potensi yang cukup luar biasa. Untuk itu, melalui kegiatan ini diharapkan mereka mampu menjadi social entrepreneur selanjutnya,” ujar ujar Barizah Ghassani Loebis selaku Organizing Commite President.
Dari ke-36 peserta, dipilih lima peserta yang masuk ke tahap final. Beberapa bentuk kreativitas di bidang social entrepreneurship yang mereka presentasikan, antara lain, Pupuk Cengok, Bintang Laut Cigoronggong, Clarity, Rumah Keong, dan Bakpia Belang.
Nantinya, AIESEC dan UNESCO akan memberikan modal dan bekerjasama selama lima tahun kepada sang pemenang, untuk mengembangkan usaha tersebut.
Kegiatan ini pun diikuti dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari pameran, seminar, training, business challenge, hingga puncaknya berupa acara Gala Networking dengan tema "Beyond Business Beyond CSR".
Sama dengan wirausaha yang mengubah dunia bisnis, social entrepreneur bertindak sebagai agen perubahan bagi masyarakat dengan membuka peluang dan mengimprovisasi sistem yang ada. Menciptakan sebuah pendekatan CSR model baru dan membuat solusi untuk membuat kehidupan masyarakat lebih dari sebelumnya.
DR BRA Mooryati Sudibyo selaku womanpreneur Indonesia yang sukses, menyambut baik diadakannya kegiatan ini. “Hal ini sangat positif guna mengembangkan kreativitas entrepreneurship di kalangan anak muda, khususnya dalam hal social entrepreneurship," kata Mooryati yang memiliki impian melestarikan ilmu tradisi perawatan dan kebugaraan ini.