Dananjoyo Kusumo / Jurnal Nasional
Pasar percaya Fed bersedia melakukan pelonggaran lebih.
Jurnas.com | KURS dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya, Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Federal Reserve mengisyaratkan tidak akan ada stimulus baru untuk mendorong ekonomi AS yang lambat tumbuh lebih semangat.
Euro merosot menjadi US$1,3233 sekitar pukul 21.00 GMT atau Rabu pukul 04.00 WIB, dari US$1,3319 di New York pada Senin malam dan dolar naik menjadi 82,78 yen Jepang dari 82,06 yen.
Risalah The Fed untuk pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada 13 Maret mengecewakan harapan investor. Sebab tidak terlihat adanya tanda-tanda stimulus tambahan untuk mendorong pertumbuhan.
"Ada sedikit menyebutkan QE3 dan bahkan akhir dari kebijakan tingkat suku bunga ultra-rendah saat ini, sekarang bergantung data," kata Sebastien Galy di Societe Generale, menyebabkan dolar bergerak lebih tinggi.
Pound turun menjadi US$1,5914 dari US$1,6021 akhir Senin, sementara dolar menguat menjadi 0,9096 franc Swiss, naik dari 0,9037 franc.
George Goncalves dari Nomura mengatakan, risalah The Fed sekarang tampaknya tidak sekadar informasi kosong. "Pasar percaya Fed bersedia melakukan pelonggaran lebih," katanya. Antara/AFP