Jurnas.com | INDONESIA kekurangan koki yang ahli memasak makanan tradisional Indonesia. Hal ini yang sangat disayangkan oleh asosiasi-asosiasi koki di Indonesia. Padahal koki dari negara-negara lain mampu mengangkat masakan tradisionalnya ke kancah mancanegara. "Koki di Indonesia yang menguasai makanan tradisional Indonesia sangat sedikit. Mereka lebih menguasai masakan barat," kata President Assosiasi Culinary Professional Indonesia, Vindex Tengker, di Jakarta, (2/4).
Menurutnya, ketidaktahuan atau minimnya pengetahuan koki di Indonesia terhadap masakan Indonesia disebabkan kesalahan kurikulum sekolah dalam mengajarkan siswa-siswa Sekolah Mengegah Kejuruan (SMK) jurusan memasak ini."Ini karena kesalahan kurikulum. Padahal alokasi anggaran dari pusat untuk pendidikan besar. Seharusnya sekolah mampu mendatangkan guru yang sudah memiliki sertifikasi atau chef yang memiliki pengalaman. Bukan hanya sekedar guru yang hanya bisa memasak. Mereka harus sudah tahu industri," kata dia.
Menurut Vindex, banyak guru yang mengajarkan kejuruan memasak belum memiliki sertifikat chef, tapi sudah mengajar memasak di sekolah-sekolah kejuruan. Karenanya, para siswa tersebut tidak akan mendapatkan kualitas masakan Indonesia yang baik jika tenaga pengajarnya saja hanya tahu cara memasak tanpa memiliki pengalaman dan sertifikat chef. "Bagaimana bisa mengangkat masakan Indonesia ke kancah international. Tenaga pengajar yang mengajarkan siswa yang nantinya akan menjadi calon chef saja tidak bersertifikasi. Mereka juga tidak akan bisa mengangkat masakan Indonesia," katanya.