www.tni.mil.id
Pemerintah RI tidak akan menyampaikan nota protes kepada Pemerintah AS.
Jurnas.com | AUSTRALIA belum menerima permintaan AS untuk mendirikan pangkalan militer di Pulau Cocos. pemerintah RI telah mengonfirmasi langsung kepada Pemerintah Australia terkait rencana Amerika Serikat (AS) membangun pangkalan pesawat pengintai tanpa awak di Kepulauan Cocos, Australia. Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Michael Tene, konfirmasi tersebut dilakukan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dengan meminta penjesan langsung kepada Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr.
"Menlu Marty Natalegawa tadi pagi sudah menelepon langsung Menlu Australia Bob Carr untuk menanyakan isu tersebut," ujar Michael kepada Jurnal Nasional, Jumat (30/3).
Michael menjelaskan, dari hasil pembicaraan melalui sambungan telepon itu, diperoleh kepastian bahwa, Pemerintah Australia belum menerima permintaan dari Pemerintah AS menyangkut pembangunan pangkalan pesawat pengintai di Kepulauan Cocos. Sebaliknya lanjut Michael, Menlu Australia Bob Carr juga menyatakan, negaranya juga tidak pernah menawarkan usulan pembangunan pangkalan tersebut.
"Jadi antara Pemerintah Australia dan AS belum ada pembicaraan sama sekali mengenai pangkalan tersebut," kata Michael lagi.
Untuk itu tegas Michael, Pemerintah RI tidak akan menyampaikan nota protes kepada Pemerintah AS.
"Nota protes untuk apa? Karena kabar pangkalan ini baru sebatas isu dan bisa dikatakan belum bisa dipastikan kebenaranya," katanya.
Seperti diberitakan, Kepulauan Cocos yang terletak di sebelah Barat Samudera Hindia atau sekitar Selatan Indonesia dikabarkan akan dijadikan pangkalan pesawat pengintai oleh militer AS. Rencana Pemerintah AS itu diduga terkait keinginan untuk memantau perkembangan situasi di kawasan Laut China Selatan.