Dananjoyo Kusumo / Jurnal Nasional
Untuk membiayai proses studi kelayakan tanah proyek.
Jurnas.com | PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$150 juta untuk tahun kinerja 2012. Dana capex akan digunakan untuk membiayai proses studi kelayakan tanah proyek yang ada di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.
“Sisanya untuk proyek lain. Feasibility study-nya kami harapkan selesai sekitar akhir tahun ini,” ujar Direktur Keuangan INCO, Fabio Bechara, di Jakarta, Jumat (17/2). Keseluruhan dana capex akan diambilkan dari kas internal perusahaan yang per akhir 2011 lalu tercatat sebesar US$399,15 juta.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terakhir perusahaan yang digelar hari ini, Jumat (17/2), INCO sepakat menempatkan Richardo Carvalho sebagai komisaris utama yang baru. INCO juga sepakat meningkatkan volume produksi nikelnya dari 66.000 MT di tahun 2011 menjadi 72.000 MT di tahun ini.
Hingga 2015, kapasitas itu diharapkan bisa terus meningkat menjadi 90.000 MT. Sementara untuk proyeksi harga nikel sepanjang 2012 diperkirakan di kisaran US$21.000 per ton, atau naik dari posisi rata-rata tahun lalu yang sekitar US$18.000 per ton.
“Untuk tahun ini kami targetkan produksi nikel bisa mencapai 72.000 MT hingga akhir tahun,” ujar Fabio.