Dananjoyo Kusumo / Jurnal Nasional
Surya Esa membutuhkan dana US$700 juta.
Jurnas.com | PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) membuka kemungkinan kerja sama dengan dua perbankan asing untuk membiayai pembangunan pabrik amoniak milik perusahaan di Sulawesi Tengah. Dua perbankan itu adalah UOB Singapore dan Japanesse Bank.
Penawaran perbankan datang setelah Surya Esa melansir penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Pendanaan pabrik ada yang dari ekuiti, dana hasil penawaran umum dan juga dari perbankan. UOB Singapore telah jadi main bank bersama dengan Japanesse Bank,” ujar Direktur Utama ESSA Garibaldi Thohir, di Jakarta, Rabu (1/2).
Untuk pembangunan pabrik, Surya Esa membutuhkan dana US$700 juta. Kesepakatan pendanaan diharapkan bisa didapat tahun depan. Sebab rencana pembangunan pabrik akan mulai medio 2012. “Kontribusi ke perusahaan harapannya mulai 2014. Saat ini kami masih sedang dalam tahap design pembangunan,” kata Garibaldi.
Langkah pembangunan pabrik dilakukan perusahaan lantaran potensi permintaan yang besar untuk kebutuhan pupuk dan bahan peledak mengingat perkembangan industri pertambangan yang cukup pesat di Indonesia. Dalam pemberitaan sebelumnya, pabrik tersebut rencananya akan dibangun di daerah Luwuk, Sulawesi Tengah dan akan dioperasikan melalui anak usaha perusahaan, yaitu PT Panca Amara Utama.
“Kami juga akan menjajaki potensi pembeli (amoniak) dari pasar lokal. Permintaannya masih besar, namun kebanyakan untuk pupuk, sekitar 70 persen,” kata Garibaldi.