Wahyu Wening / Jurnal Nasional
HUT TNI AU ke-65
Enam pesawat C130 Hercules terbang diatas Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Peringatan HUT TNI Angkatan Udara ke-65, Sabtu (9/4). Pada Peringatan HUT TNI AU tahun ini juga dimeriahkan terjun payung free fall oleh 65 prajurit, Jupiter Aerobatic Team dengan pesawat KT 1B, Thunder Aerobatic Team menggunakan tiga pesawat Sukhoi, serta kesenian Rampak Bedug.
Wahyu Wening/Jurnal Nasional
Jurnas.com | HINGGA saat ini pesawat angkut Hercules C-130 milik TNI AU belum kembali dari Amerika Serikat. Pesawat tersebut mengalami pemeliharaan structure dan airframe pesawat atau Programme Depot Maintenance (PDM) di hanggar perusahaan ARINC di Oklahoma, AS.
"Belum, tim penjemputnya juga belum berangkat," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Azman Yunus di Jakarta, Senin (9/1). Hercules bernomor register A-1323 itu menjalani program pemeliharaan di AS sejak Juli 2010.
Dalam jadwal, penyelesaian pemeliharaan hanya memakan waktu selama enam bulan. Dalam pemberitaan sebelumnya, Asisten Perencanaan Kepala Staf TNI AU Marsda TNI Rodi Suprasojo menyatakan pesawat akan kembali mengudara di langit Indonesia, 23 Desember 2011 lalu. Tapi, hingga saat ini, pesawat ini belum kunjung tiba.
Azman Yunus mengatakan, tim dari TNI AU akan terbang ke Amerika untuk menjemput pesawat tersebut. "Timnya sudah siap, kalau sudah selesai kami yang menjemput ke sana. (Penerbangan ke Indonesia akan) diterbangkan oleh pilot dari TNI AI," katanya. Program pemeliharaan pesawat Hercules itu dibiayai program hibah Amerika yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kesiapan pesawat.